Cara Menginstall PHP di Komputer Sendiri

 

Untuk belajar pemrograman PHP, kita harus menginstall software PHP di komputer sendiri. Akan tetapi sebagai sebuah interpreter PHP tidak berdiri sendiri, perlu web server misalnya Apache dan database server misalnya MySQL (karena sebagian besar aplikasi PHP menggunakan database).

Untuk pemula yang baru mulai belajar PHP, tidak usah merasa pusing tentang cara menginstall PHP. Karena sudah ada software installer mudah yang akan menginstall Apache, PHP dan MySQL sekaligus dan langsung terkonfigurasi otomatis.

Salah satu software installer PHP yang direkomendasikan adalah XAMPP. Sebuah software installer PHP yang bisa di download gratis di website: Software installer PHP

Setelah di download, silahkan jalankan softwarenya, nanti akan ditanyakan lokasi installnya. Default nya adalah: c:\xampp

Setelah beres terinstall, jalankan XAMPP, nanti akan muncul control panel XAMPP. Pada bagian Apache dan MySQL, klik tombol Start untuk menghidupkan Apache dan MySQL sehingga akan muncul status Running berwarna hijau.

Control panel XAMPP PHP Installer

Untuk memastikan bahwa Apache dan PHP sudah benar-benar aktif, coba buka browser dan ketik alamat http://localhost. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan tampil halaman seperti ini di browser.

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Selanjutnya kita akan cek apakah script PHP sudah bisa dijalankan atau tidak. Bukalah Notepad, kemudian ketik program kecil sbb:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan file dengan nama info.php di folder c:\xampp\htdocs (kalau anda install di drive d:, maka simpan di d:\xampp\htdocs ,dst.).

Sekarang buka kembali browser dan ketik alamat http://localhost/info.php

Kalau PHP sudah aktif, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Nah, sekarang sudah bisa mulai belajar atau praktek pemrograman PHP di komputer sendiri. Semua file .php yang ingin dijalankan harus disimpan di folder x:\xampp\htdocs (ganti x dengan drive instalasi yang sesuai). File .php juga bisa disimpan dalam folder-folder yang berbeda. Misalnya kalau disimpan di x:\xampp\htdocs\contoh\file.php, maka di browser dibuka dengan alamat http://localhost/contoh/file.php dan seterusnya.

Selamat mencoba, kalau ada detil yang kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Tutorial PHP-3: Syntax PHP

 

Tutorial PHP

Syntax atau dalam bahasa Indonesia sintaksis adalah pengaturan kata dengan kata atau kalimat. Dalam pemrograman, syntax dapat diartikan cara penulisan kode yang sesuai dengan aturan bahasa pemrograman itu sendiri. Jadi syntax PHP berarti, aturan penulisan kode program yang sesuai dengan bahasa PHP.

Tidak seperti VB, Delphi, Foxpro, C, dsb. PHP adalah bahasa yang bersifat server-side. Artinya PHP dijalankan di sebuah server web, kemudian mengirimkan hasilnya ke browser pengguna sudah dalam bentuk HTML.

Syntax Dasar PHP

  • PHP dapat ditempatkan di mana saja di dalam sebuah file berakhiran .php
  • Di dalam file .php bisa terdapat kode HTML
  • Kode PHP diawali dengan <?php dan ?>

Di bawah ini sebuah contoh menampilkan tulisan “Hello World” menggunakan fungsi echo:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<h1>Program PHP Saya</h1>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Catatan: Perintah PHP diakhiri dengan tanda titik koma (;).

Komentar dalam PHP

Komentar dalam PHP adalah tulisan yang tidak diproses/dijalankan sebagai bagian dari program. Melainkan bersifat catatan saja.

Kegunaan komentar antara lain:

  1. Supaya orang lain yang membaca mengerti tujuan kode
  2. Mengingatkan kembali cara kerja program yang sudah ditulis tersebut – Biasanya program yang sudah lama ditinggalkan perlu diingat-ingat lagi cara kerjanya.
  3. Memberi keterangan sebuah fungsi atau class
  4. Memberi keterangan tentang siapa pembuat dan riwayat perubahan program

PHP mempunyai beberapa cara dalam menuliskan komentar:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
// Komentar dalam satu baris
 
# Ini juga komentar dalam satu baris 

/*
Ini komentar dalam beberapa baris.
Bisa dituliskan dalam  
baris yang berbeda
*/
 
// Anda juga dapat menulis komentar ditengah kode
$angka = 10 /* + 15 */ + 5;
echo $angka;
?>
</body>
</html>

Huruf Besar dan Kecil dalam PHP

Di dalam PHP, semua perintah (contoh: if, else, while, echo, dsb), class dan fungsi tidak membedakan huruf besar atau kecil.

Contoh di bawah ini diperbolehkan:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
ECHO "Hello World!<br>";
echo "Hello World!<br>";
EcHo "Hello World!<br>";
?>
</body>
</html>

Akan tetapi, semua nama variabel membedakan huruf besar dan kecil.

Di bawah ini adalah contoh bahwa hanya perintah pertama saja yang akan menampilkan nilai variable $warna (karena $warna, $WARNA, dan $warNA dianggap PHP sebagai 3 variable yang berbeda):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$warna = "Biru";
echo "Warna rumah saya " . $warna. "<br>";
echo "Warna rumah saya " . $WARNA . "<br>";
echo "Warna laptop saya " . $warNA . "<br>";
?>
</body>
</html>

Penjelasan mengenai variabel dapat dibaca pada artikel tutorial PHP berikutnya.

Tutorial PHP-2: Menginstall PHP

 

Tutorial PHP

Untuk memulai belajar PHP, maka perlu menginstall PHP di komputer kita sendiri. Dan untuk menginstall PHP, diperlukan juga sebuah web server misalnya Apache dan database MySQL untuk mempraktekan bagaimana pengolahan database menggunakan PHP pada tutorial-tutorial selanjutnya.

Untuk menginstall PHP, bisa menggunakan software installer Apache, PHP & MySQL yang bernama XAMPP.

Pertama-tama, download software XAMPP pada website Apachefriends.

Pilihlah file yang sesuai sistem operasi anda, untuk versinya silahkan pilih versi 7 atau 5.6

Setelah selesai download, jalankan software installer XAMPP dan tentukan folder tujuan, misalnya D:\xampp

Kemudian buka aplikasi XAMPP, dan akan muncul control panel XAMPP. Klik pada tombol Start di sebelah kanan Apache dan klik tombol Start disebelah kanan MySQL. Maka Apache dan MySQL akan running.

Control panel XAMPP PHP Installer

Setelah itu silahkan buka browser dan ketik alamat http://localhost di address bar. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan muncul halaman depan XAMPP seperti di bawah ini:

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Semua file PHP yang akan dijalankan, harus disimpan pada folder D:\xampp\htdocs

Sekarang kita coba membuat file PHP untuk menampilkan informasi tentang instalasi PHP seperti ini:

File: info.php

1
2
3
<?php 
phpinfo(); 
?>

Simpan file info.php ini di folder D:\XAMPP\htdocs

Kemudian buka browser kembali dan ketik http:\\localhost\info.php di address bar. Kalau instalasi sudah betul, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Catatan:
Semua file PHP disimpan di folder D:\XAMPP\htdocs agar bisa dijalankan di browser. File PHP juga bisa disimpan dalam sub-folder, misalnya ada sebuah file bernama coba.php disimpan pada sub-folder

d:\XAMPP\htdocs\latihan1

Maka cara mengaksesnya di browser adalah dengan mengetik:

http:\\localhost\latihan1\coba.php

pada address bar.

Ok, sekarang di komputer sudah terinstall PHP. Pada artikel tutorial berikutnya kita akan belajar lebih dalam tentang pemrograman PHP.

Uniserver: Software Apache, MySQL dan PHP yang Dapat Berganti-ganti Versi

 

Uniserver PHP, MySQL, Apache Installer

Pada artikel sebelumnya, disebutkan bahwa untuk menginstall PHP bisa menggunakan software installer XAMPP. Kali kini kita akan membahas software lain, yang memungkinkan berganti-ganti versi PHP dengan mudah.

Sejauh yang penulis tahu, kekurangan XAMPP adalah hanya dapat menginstall satu versi PHP saja, tidak dapat berganti-ganti. Padahal Kadang-kadang perlu berganti versi PHP untuk mencoba apakah script kita bisa berjalan di versi tertentu atau tidak. Misalnya ada script yang ditulis di versi PHP-5, kemudian ingin di test di PHP-7.

Salah satu software AMP (Apache, MySQL, PHP) yang bisa berganti-ganti versi PHP adalah Uniserver. Silahkan download gratis disini.

Setelah selesai download, buka filenya. Nanti akan ditanyakan kemana akan meng-ekstrak Uniserver. Misalnya ke drive C: seperti contoh ini.

Install Uniserver

Setelah proses ekstrak selesai, akan terbentuk folder C:\UniServerZ yang berisi file-file dan folder-folder Uniserver.

Uniserver PHP Installer

Untuk menjalankan Uniserver ini, pertama-tama klik pada file UniController.exe, maka akan muncul jendela Uniserver dimana kita bisa menentukan setting dan menjalankan server Apache & MySQL.

Install PHP, MySQL, Apache

Bila ingin memilih versi PHP mana yang akan dipakai, maka pilihlah menu PHP > Select PHP Version. Setelah itu barulah klik tombol Start Apache.

Berganti-ganti versi PHP dengan Uniserver

Bila ingin mengganti versi lain, Stop Apache terlebih dahulu. Kemudian pilih versi PHP dan Start Apache lagi.

Keunggulan dari software Uniserver selain bisa berganti versi PHP adalah:

  • Ukuran file software kecil
  • Bisa menambah versi PHP yang lain
  • Bisa menambah Perl, Filezilla server, dll.
  • Bisa disimpan dalam flashdisk tanpa perlu menginstall
  • Mengubah konfigurasi dengan mudah
  • Backup/Restore database MySQL ke alamat FTP
  • SMTP utility untuk mengirim email via PHP dari localhost
  • Mendukung SSL

Demikian pembahasan mengenai software Uniserver untuk menjalankan Apache, MySQL dan PHP yang bisa berganti-ganti versi. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Menggunakan MySQLi dengan Fungsi-Fungsi SimpleDB

 

Fungsi-fungsi PHP untuk MySQLI

Bagi yang menggunakan PHP 5 atau yang lebih lama, maka sudah terbiasa menggunakan fungsi-fungsi database mysql_* (misalnya: mysql_connect, mysql_query, dsb). Akan tetapi kalau ingin beralih menggunakan PHP 7, fungsi-fungsi mysql_* itu sudah tidak ada lagi, kita harus menggunakan fungsi mysqli_* atau PDO. Bagaimana cara mengatasinya?

Penulis juga mengalami error saat berpindah ke versi 7, yaitu tidak bisa menggunakan fungsi mysql_*. Tetapi untunglah di proyek-proyek sebelumnya penulis sudah menggunakan fungsi-fungsi buatan sendiri untuk melakukan manipulasi database. Jadi tinggal modifikasi bagian dalam fungsi-nya saja, tanpa mengubah keseluruhan program.

Silahkan download SimpleDB – kumpulan fungsi MySQLi di Github.

SimpleDB selain menggunakan fungsi-fungsi mysqli_*, juga menyediakan fungsi-fungsi manipulasi database yang umum. Seperti tambah, update, delete record pada tabel. Tanpa perlu menuliskan kode SQL yang panjang, cukup dengan menyiapkan variabel array dan memanggil fungsi db_insert() atau db_update(), maka record-record baru akan ditambahkan atau diupdate ke tabel yang dimaksud.

Contoh Menggunakan Fungsi-Fungsi SimpleDB:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
<?php
 
// include file nya
require("mysqlidb.php")
 
// connect ke database
db_connect("localhost", "root", "", "hrd");
 
// contoh baca record
$q = db_query("select * from karyawan");
while ($d = db_fetch($q)) {
    print "$d->nik, $d->nama<br/>";
}
 
// contoh insert ke tabel
$a = array();
$a['name'] = "Joni";
$a['kelas']  = 5;
db_insert("siswa", $a);
 
// contoh update tabel
$a = array();
$a['name'] = "Joni Keren";
$a['kelas']  = 6;
db_update("siswa", $a, "id=10");
 
?>

Contoh-contoh lainnya dapat dilihat di halaman Github.

5 Alasan Mengapa PHP Disukai Developer Web

 

5 Alasan Mengapa PHP disukai para developer web

Di dalam dunia pemrograman, bahasa yang paling banyak digunakan untuk pengembangan web adalah PHP. Ini dikarenakan PHP adalah bahasa yang memang dirancang untuk web dan juga banyak library open-source pendukungnya. Ada banyak keuntungan menggunakan PHP sebagai bahasa untuk pengembangan web. Di bawah ini dicantumkan 5 alasan mengapa para developer web menyukai PHP.

Sederhana:

Bahasa PHP dipengaruhi oleh sintaks C, relatif sederhana di bandingkan dengan Perl atau Python. Ini sebabnya disukai oleh programmer, bahkan programmer pemula pun relatif mudah untuk mempelajari PHP.

Fleksibel:

Script PHP mudah dimodifikasi. Kalau program yang dibuat sudah berjalan dan ingin diubah, maka tinggal diubah saja menggunakan kode editor, kemudian reupload ke server web hosting. Atau bisa langsung diedit menggunakan software FTP dan perubahan script tersebut langsung diterapkan secara realtime.

Integrasi:

PHP kompatibel dengan banyak OS (Operating System), dan dapat dengan mudah di integrasikan di berbagai OS yang berbeda-beda. Bisa berjalan di Unix, Linux, Solaris, OSX, Windows, dsb.

Kinerja:

Kinerja PHP sudah tak diragukan lagi, jutaan web di seluruh dunia menggunakan PHP. Blog yang sedang anda baca inipun pakai PHP. Dan sekarang ada PHP-7 dengan teknologi engine terbaru yang lebih cepat berkali-lipat.

Biaya:

Menggunakan PHP berarti sangat hemat, karena tidak ada biaya untuk membeli lisensi atau software. Karena PHP adalah open-source dan dapat bekerja dengan bermacam database yang juga open-source, seperti PostgreSQL, MySQL, MariaDB, dll.

PHP adalah pemrograman web yang relatif mudah, murah, dan didukung oleh komunitas yang menyediakan berbagai fungsi, aplikasi, dan contoh-contoh program. Tak dapat dipungkiri, PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang disukai para developer web saat ini.

Rekomendasi Web Hosting SSD, Cloud, VPS, Dedicated Luar Negeri

 

Rekomendasi web hosting bagus dan murah

Apakah anda sedang mencari perusahaan web hosting yang cepat, bagus dan murah untuk keperluan blog pribadi, website organisasi, maupun website perusahaan? Di bawah ini ada rekomendasi web hosting untuk anda.

Apabila target pengunjung website adalah orang orang luar negeri, memakai jasa web hosting luar negeri adalah pilihan tepat. Akan tetapi walaupun target pengunjung website adalah orang Indonesia, tidak masalah menggunakan jasa web hosting luar negeri. Apalagi kalau teknologi yang digunakan oleh perusahaan web hosting sudah yang terbaru.

A2 Hosting

A2 Hosting adalah sebuah perusahaan web hosting yang sudah berdiri sejak 1999. Layanan yang tersedia adalah shared web hosting, cloud hosting, VPS dan dedicated hosting. Mempunyai data center sendiri dan terhubung dengan jaringan-jaringan internet besar seperti:

  • Level (3)
  • Savvis
  • Global Crossing
  • Cogent Communications

Keungulan web hosting di A2 Hosting adalah aksesnya yang sangat kencang (20x lipat) karena menggunakan teknologi SSD (solid state disk). SSD adalah jenis baru harddisk yang tidak menggunakan piringan, melainkan bersifat elektronis. Penggunaan SSD ini membuat akses ke website menjadi lebih cepat.

Selain kecepatan, keunggulan dari A2 Hosting juga adalah tarif web hosting yang sangat bersaing. Untuk shared web hosting yang unlimited, tarifnya hanya US$ 4.90 per bulan. Kita bisa membayar menggunakan Paypal atau Kartu Kredit.

Bila anda membutuhkan hosting VPS, tersedia juga hosting VPS dengan tarif yang bersaing. VPS 20GB tarifnya hanya US 5.0.

Masalah support tak diragukan lagi, karena A2 Hosting menyediakan Live Chat yang bisa dihubungi setiap saat.

Anda ingin web hosting yang bagus dan murah? Jangan ragu untuk mencoba A2 Hosting. Ada jaminan uang kembali 30 hari.
fast hosting

Cara Mengupload Desain Web ke Server Web Hosting

 

Mengupload desain web (berupa file HTML, gambar atau script PHP) itu mudah. Yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan upload adalah mengetahui dulu informasi ini (dari perusahaan web hosting):

  1. Alamat server
  2. Username FTP
  3. Password FTP
  4. Port FTP (biasanya port 21 atau 22)

Kemudian download terlebih dahulu software FTP (File Transfer Protocol). Software FTP digunakan untuk mengupload file ke komputer atau server lain. Software FTP yang populer, mudah digunakan dan gratis adalah FileZilla. Silahkan download software FileZilla disini.

Setelah didownload, silahkan install FileZilla dan jalankan. Pada jendela FileZilla akan dimunculkan kotak pertanyaan nama server, username, password dan port FTP. Isi sesuai dengan informasi FTP yang diberikan oleh perusahaan web hosting, setelah itu klik tombol Quickconnect. Setelah ter-connect, maka akan dimunculkan daftar file di komputer kita dan di server.

Silahkan pilih file dari komputer kita yang ingin diupload, kemudian pilih juga lokasi folder tujuan di server (misalnya /public_html), setelah itu klik kanan dan pilih upload.

Upload file ke server web hosting

Proses upload beres, silahkan cek di halaman browser apakah filenya sudah bisa dibuka atau belum. Mudah kan?

Mengapa File yang Sudah Diupload Tidak Muncul di Website?

 

File yang di upload tidak muncul di websiteFile HTML atau PHP yang sudah kita upload ke server ternyata tidak muncul di website. Kira-kira apa penyebabnya?

Ini beberapa kemungkinan penyebab file desain atau script PHP yang sudah di upload tidak muncul di website atau tidak mengupdate konten yang sudah ada.

Upload ke Server yang Salah

Mungkin maksud hati mengupload ke server A, akan tetapi yang yang dituju pada FTP atau file manager adalah server B. Kadang-kadang ini terjadi kalau sering bekerja pada beberapa beberapa website alamat server berbeda.

Upload ke Folder yang Salah

Pada umumnya, lokasi file web adalah di /home/user/public_html , kalau uploadnya ke folder yang salah, misalnya ke folder /home/, maka file-file yang kita upload tidak akan muncul web browser.

Ada Kesalahan di Script PHP

Kalau ada kesalahan pada script PHP dan setting error_reporting nya dimatikan, maka halaman website akan menampilkan halaman blank. Untuk mengecek apakah ada error, maka aktifkan sementara error_reporting dengan pernyataan error_reporting(E_ALL); kemudian upload ulang script nya dan cek apakah sudah muncul atau apakah ada error pada scriptnya.

 

Panduan PHP yang Bisa di Download

 

Panduan PHP yang bisa di downloadBagi yang baru belajar PHP ataupun yang sudah sering memprogram dengan PHP, kadang tidak ingat sintaks dari fungsi-fungsi PHP. Pada saat lupa, biasanya cari panduan nya dengan membuka Google.

Tetapi kadang-kadang Internet tidak bersahabat alias lelet, atau malah tak ada koneksi Internet sama sekali. Lalu bagaimana cara melihat panduan PHP? Sementara tugas atau proyek harus segera beres.

Don’t worry, PHP sudah menyediakan manual yang bisa di download dalam format file help Windows (.chm). File manual ini sangat mudah dibaca, karena di dalamnya sudah ada fasilitas index dan pencarian. Sehingga sangat mudah mencari referensi yang sedang kita butuhkan.

Untuk mendownload file manual PHP, silahkan klik disini.