Cara Mengupload Desain Web ke Server Web Hosting

 

Mengupload desain web (berupa file HTML, gambar atau script PHP) itu mudah. Yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan upload adalah mengetahui dulu informasi ini (dari perusahaan web hosting):

  1. Alamat server
  2. Username FTP
  3. Password FTP
  4. Port FTP (biasanya port 21 atau 22)

Kemudian download terlebih dahulu software FTP (File Transfer Protocol). Software FTP digunakan untuk mengupload file ke komputer atau server lain. Software FTP yang populer, mudah digunakan dan gratis adalah FileZilla. Silahkan download software FileZilla disini.

Setelah didownload, silahkan install FileZilla dan jalankan. Pada jendela FileZilla akan dimunculkan kotak pertanyaan nama server, username, password dan port FTP. Isi sesuai dengan informasi FTP yang diberikan oleh perusahaan web hosting, setelah itu klik tombol Quickconnect. Setelah ter-connect, maka akan dimunculkan daftar file di komputer kita dan di server.

Silahkan pilih file dari komputer kita yang ingin diupload, kemudian pilih juga lokasi folder tujuan di server (misalnya /public_html), setelah itu klik kanan dan pilih upload.

Upload file ke server web hosting

Proses upload beres, silahkan cek di halaman browser apakah filenya sudah bisa dibuka atau belum. Mudah kan?

Mengapa File yang Sudah Diupload Tidak Muncul di Website?

 

File yang di upload tidak muncul di websiteFile HTML atau PHP yang sudah kita upload ke server ternyata tidak muncul di website. Kira-kira apa penyebabnya?

Ini beberapa kemungkinan penyebab file desain atau script PHP yang sudah di upload tidak muncul di website atau tidak mengupdate konten yang sudah ada.

Upload ke Server yang Salah

Mungkin maksud hati mengupload ke server A, akan tetapi yang yang dituju pada FTP atau file manager adalah server B. Kadang-kadang ini terjadi kalau sering bekerja pada beberapa beberapa website alamat server berbeda.

Upload ke Folder yang Salah

Pada umumnya, lokasi file web adalah di /home/user/public_html , kalau uploadnya ke folder yang salah, misalnya ke folder /home/, maka file-file yang kita upload tidak akan muncul web browser.

Ada Kesalahan di Script PHP

Kalau ada kesalahan pada script PHP dan setting error_reporting nya dimatikan, maka halaman website akan menampilkan halaman blank. Untuk mengecek apakah ada error, maka aktifkan sementara error_reporting dengan pernyataan error_reporting(E_ALL); kemudian upload ulang script nya dan cek apakah sudah muncul atau apakah ada error pada scriptnya.

 

Panduan PHP yang Bisa di Download

 

Panduan PHP yang bisa di downloadBagi yang baru belajar PHP ataupun yang sudah sering memprogram dengan PHP, kadang tidak ingat sintaks dari fungsi-fungsi PHP. Pada saat lupa, biasanya cari panduan nya dengan membuka Google.

Tetapi kadang-kadang Internet tidak bersahabat alias lelet, atau malah tak ada koneksi Internet sama sekali. Lalu bagaimana cara melihat panduan PHP? Sementara tugas atau proyek harus segera beres.

Don’t worry, PHP sudah menyediakan manual yang bisa di download dalam format file help Windows (.chm). File manual ini sangat mudah dibaca, karena di dalamnya sudah ada fasilitas index dan pencarian. Sehingga sangat mudah mencari referensi yang sedang kita butuhkan.

Untuk mendownload file manual PHP, silahkan klik disini.

 

 

Tutorial PHP-6: Tipe-tipe Variabel

 

Tutorial PHP

Sebuah variabel dapat menyimpan data dengan tipe-tipe yang berbeda.

PHP mendukung tipe data sebagai berikut:

  • String
  • Integer
  • Float (juga disebut double)
  • Boolean
  • Array
  • Object
  • NULL
  • Resource

String

String adalah kumpulan dari huruf, misalnya “Hello World”.

Sebuah string dapat berupa teks apapun yang diapit dengan tanda kutip. Anda dapat menggunakan kutip tunggal maupun kutip ganda. Contohnya seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$x = "Hello world!";
$y = 'Hello world!';
 
echo $x;
echo "<br>";
echo $y;
?>

Integer

Integer adalah tipe data yang berupa bilangan bulat antara -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647.

Aturan Integer:

  • Paling sedikit harus ada satu angka
  • Tidak boleh ada tanda desimal
  • Dapat berupa angka positif maupun negatif
  • Integer dapat berupa desimal (bilangan dasar 10), hexadesimal (bilangan dasar 16, diawali dengan 0x) atau oktal (bilangan dasar 8 diawali dengan 0)

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe integer. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 1379;
var_dump($x);
?>

Float

Float adalah tipe data untuk angka pecahan.

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe float. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 13.793;
var_dump($x);
?>

Boolean

Boolean adalah tipe variabel yang isinya: TRUE atau FALSE.

$x = true;
$y = false;

Tipe boolean biasanya digunakan dalam pengecekan kondisi. Anda akan mempelajari pengecekan kondisi pada tutorial berikutnya.

Array

Array adalah tipe variabel yang menyimpan banyak nilai. Dan setiap lokasi penyimpanan nilai itu diberi indeks. Indeks ini bisa berupa angka atau nama.

Di bawah ini contoh sebuah array bernama $mobil, yang isinya ada 3. Untuk menampilkan isi variabel ini, kita gunakan fungsi var_dump().

1
2
3
4
<?php
$mobil = array("Kuda","Kijang","Panther");
var_dump($cars);
?>

Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang variabel bertipe array pada tutorial berikutnya.

Object

Object adalah tipe variabel yang menyimpan data dan fungsi. Object itu kira-kira seperti sebuah bundel program yang isinya ada variabel, konstanta dan fungsi.

Untuk membuat sebuah variabel object, maka kita harus mendeklarasikan dahulu sebuah class. Class adalah definisi dari object yang berisi definisi properties (data/variabel) dan method (fungsi):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
<?php
class Mobil {
    public $jenis;
    function __construct() {
        $this->jenis = "Sedan";
    }
}
 
// membuat object
$bmw = new Mobil();
 
// tampilkan property
echo $bmw->jenis;
?>

Mengenai object akan dibahas pada tutorial berikutnya.

NULL

Null adalah tipe data khusus yang hanya memiliki satu nilai, yaitu null.

Variabel bertipe null adalah variabel yang tidak ada nilai yang diberikan kepadanya.

Catatan: Kalau sebuah variabel dibuat tanpa diberi nilai, maka otomatis diberi nilai null oleh PHP.

Sebuah variabel dapat dikosongkan dengan cara memberikan nilai null, seperti contoh ini:

1
2
3
4
5
<?php
$str = "Belajar PHP";
$str = null;
var_dump($str);
?>

Resource

Resource tidak benar-benar merupakan data. Melainkan menyimpan referensi ke sebuah fungsi atau handle. Contoh variabel bertipe resource yang paling umum adalah koneksi database, file pointer, dsb.

Perbedaan Web Hosting dan Domain

 

Perbedaan web hosting dan domainBarangkali banyak yang masih bingung membedakan web hosting dengan nama domain. Berikut ini dijelaskan perbedaan nya dalam bahasa yang sederhana supaya mudah dimengerti.

Domain atau Nama Domain

Domain atau nama domain adalah alamat sebuah website. Misalnya ada sebuah alamat web http://www.microsoft.com , maka yang disebut domain adalah microsoft.com

Domain sebenarnya adalah nama alias dari alamat IP sebuah mesin, entah itu komputer, entah itu printer, HP, dsb. Pada contoh di atas, microsoft.com adalah alias dari alamat server Microsoft dengan alamat IP 104.43.195.251. Karena tidak mungkin mengingat setiap alamat IP, maka diciptakanlah domain.

Setiap perusahaan atau pribadi bisa membeli domain sendiri untuk keperluan membuat website. Misalnya seorang bernama Andi Budiman ingin punya website dengan alamat sendiri, dia bisa membeli domain andibudiman.com , dsb.

Web Hosting

Web hosting adalah kegiatan menempatkan konten (berupa file HTML, gambar, database, dsb) di sebuah perusahaan penyedia jasa server web atau penyedia jasa web hosting. Penyedia jasa web hosting itu memiliki server web yang terhubung dengan jaringan Internet berkecepatan sangat tinggi selama 24jam, tidak pernah mati. Sehingga web kita bisa online dan diakses oleh publik Internet terus-menerus.

Kembali ke contoh domain di atas, Andi Budiman tidak bisa hanya memiliki domain untuk membuat website, akan tetapi harus menyewa jasa web hosting untuk menempatkan file-file desain webnya, sehingga bisa dibuka oleh publik Internet ketika seorang pengunjung mengetik http://www.andibudiman.com di sebuah browser Internet

Kalau pembaca ingin membeli domain dan berlangganan web hosting, pembaca dapat menggunakan jasa web hosting dari NiagaHoster. Selain harganya murah, kecepatan server bagus dan diberikan domain GRATIS. Klik disini untuk mendaftar di NiagaHoster.

Demikian penjelasan tentang perbedaan domain dan web hosting. Semoga bisa dipahami. Kalau masih kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Web Hosting Untuk Website PHP Anda

 

Web hosting Indonesia murah dan bagusWeb hosting diperlukan untuk membuat sebuah website perusahaan, lembaga maupun blog pribadi. Web hosting adalah menyewa sebuah tempat di sebuah jasa penyedia server Internet yang akan menyimpan file website kita, baik file berupa HTML, PHP, gambar-gambar, maupun database MySQL.

Banyak jasa web hosting di luar negeri maupun di dalam negeri yang menawarkan jasa web hosting yang murah. Tapi harus diperhatikan bagaimana pelayanan tim supportnya. Karena website harus online 24 jam sehari tanpa masalah, maka tim support harus dapat dihubungi setiap saat untuk membantu kita mengatasi error di website sewaktu-waktu.

Banyak jasa web hosting yang menawarkan harga murah, akan tetapi support nya sangat tidak bagus. Tetapi ada juga yang supportnya bagus, akan tetapi servernya lambat atau fiturnya tidak lengkap.

Bila anda membutuhkan jasa web hosting yang murah tetapi dengan support yang bagus, maka saya sarankan untuk mendaftar web hosting di NiagaHoster.

Perusahaan web hosting NiagaHoster termasuk perusahaan yang memberikan jasa web hosting yang paling murah, dengan server yang kencang. Tarifnya sangat cocok untuk pemula, pelajar, maupun mahasiswa yang sedang belajar atau sedang praktek membuat website.

Selain tarif jasa web hosting yang paling murah, ditambah lagi GRATIS nama domain selamanya. Ini sangat luar biasa menghemat biaya hosting, terutama untuk anda yang baru mulai berbisnis online dan ingin mencoba membuat website sendiri untuk mengonlinekan bisnis anda.

Anda bisa bandingkan sendiri dengan yang lain, atau kalau anda melihat tarifnya sudah murah, langsung saja mendaftar. Karena web hosting ditempat lain walaupun lebih murah, belum tentu supportnya lebih bagus.

Klik disini untuk mendaftar web hosting di NiagaHoster.

Membuka File PDF dengan SumatraPDF

 

Bagaimana cara membuka file .PDF, barangkali ini sering ditanyakan oleh pemakai komputer yang masih pemula. Padahal sebenarnya file PDF ini sering dijumpai di internet, misalnya file panduan, eBook, slide presentasi, laporan, faktur, dsb. sekarang dokumen-dokumen tersebut sudah dalam format PDF.

PDF singkatan dari Portable Document Format, yang artinya format dokumen yang portabel. File dengan format PDF dirancang agar bisa dibuka pada komputer/device apa saja. Tidak tegantung pada software, hardware maupun sistem operasi.

Cara membuka file .PDF ini sangat mudah. Kebanyakan komputer/laptop sekarang ini di dalamnya sudah diinstall software pembaca .PDF bernama Adobe Acrobat Reader.

Kalau ternyata di komputer/laptop belum terinstall Acrobat Reader, maka gunakanlah software gratis yang ringan dan sangat efektif untuk membaca file .PDF , yaitu software Sumatera PDF.

Cara Membuka File PDF dengan Sumatra PDF

Dari sekian banyak software pembaca file .PDF, menurut penulis Sumatera PDF adalah yang paling ringan dan cepat dalam membuka file .PDF.

Kalau anda memerlukan software untuk membaca file .PDF, silahkan download Sumatera PDF. (4MB).

Catatan: Selain bisa membaca file .PDF, Sumatra PDF juga bisa membuka file (ePub, Mobi), XPS, DjVu, CHM, Comic Book (CBZ dan CBR),

Membaca atau Mengimpor File Excel dengan PHP

 

Membaca file Excel menggunakan PHP

Kadang-kadang kita perlu membaca data dari sebuah file Excel untuk dimasukan ke dalam tabel pada sebuah database, agar nantinya bisa diolah dan ditampilkan di website atau aplikasi web yang kita buat. Dari pada mengetik ulang satu persatu data yang ada di file Excel ke database, lebih baik file Excel itu di-impor (baca dan proses) menggunakan program PHP.

Di Internet ada banyak library PHP untuk membaca file Excel, anda bisa mencari di Google. Saat ini saya ingin membagikan sebuah library PHP Excel yang sederhana berukuran kecil, yang dapat membaca file Excel cukup akurat.

Library pembaca file Excel menggunakan PHP itu bernama Spreadsheet Reader.
Library Excel ini bisa didownload gratis di halaman Github: https://github.com/nuovo/spreadsheet-reader

Cara menggunakan nya cukup sederhana. Ekstrak file yang sudah di download pada sebuah folder, kemudian buatlah sebuah script PHP untuk membaca file Excel yang ingin di-impor. Berikut ini contoh-nya, silahkan dikembangkan sesuai keperluan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<?php
require('php-excel-reader/excel_reader2.php');
require('SpreadsheetReader.php');
 
$reader = new SpreadsheetReader('file-excel-anda.xlsx');
foreach ($reader as $baris) {
 
   print_r($baris);
 
   // $baris[1] <-artinya kolom A
   // $baris[2] <-artinya kolom B
}
?>

Pada contoh di atas, class SpreadsheetReader akan membaca file Excel dan kemudian menghasilkan array dua dimensi (baris, kolom) yang berisi data dari file Excel yang dibaca tersebut.

Di bawahnya terdapat perulangan foreach, tujuannya untuk membaca setiap baris pada array. Variabel $baris akan menampung data-data kolom pada baris yang sedang dibaca saat ini.

Tutorial PHP-4: Variabel PHP

 

Tutorial PHP

Variabel adalah sebuah lokasi di memori yang berfungsi sebagai “penampung” informasi. Disebut variabel karena isi penampung ini bisa berubah-ubah.

Membuat atau Mendeklarasikan Variabel PHP

Di dalam PHP, sebuah variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel-nya. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
<?php
$teks = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah proram dijalankan, maka variabel $teks akan menampung nilai “Hello world!”, variabel $x menampung angka 5, dan variabel $y menampung angka 10.5.

Apabila ingin menyimpan sebuah teks, maka teks tersebut harus diapit dengan tanda kutip.

Tidak seperti pada bahasa pemrograman yang lain, PHP tidak mempunyai perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Akan tetapi variabel itu dibuat langsung.

Variabel PHP

Variabel bisa memiliki nama yang singkat (seperti: x dan y) atau nama yang lebih bermakna (seperti: umur, total, nama_siswa).

Aturan variabel PHP:

  • Nama variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  • Nama variabel harus diawali huruf atau garis bawah
  • Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  • Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf-angka dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
  • Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (Contoh: $umur dan $UMUR adalah dua variabel yang berbeda)

Harap diingat, nama variabel PHP membedakan huruf besar dan kecil!

Menampilkan Variabel

Perintah PHP echo paling sering digunakan untuk menampilkan variabel.

Di bawah ini adalah contoh bagai mana menampilkan teks dan variable:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love $teks!";
?>

Contoh di bawah ini menampilkan hasil yang sama:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love " . $teks. "!";
?>

Contoh menampilkan hasil penjumlahan dua buah variabel angka:

1
2
3
4
5
<?php
$x = 15;
$y = 6;
echo $x + $y;
?>

Catatan: Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perintah echo dan bagaimana cara menampilkan data pada tutorial berikutnya.

Variabel PHP Bertipe Fleksibel

Pada contoh-contoh diatas, kita tak perlu memberitahukan kepada PHP tipe dari variabel-nya (apakah teks, angka, dsb).

PHP secara otomatis akan mengkonversi sebuah variabel ke tipe yang sesuai dengan nilai dari variabel itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan bahasa yang lain seperti C, C++ dan Java, seorang programmer harus mendeklarasikan nama dan tipe varibel sebelum menggunakannya.

Cakupan Variabel PHP

Di dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja di sepanjang program.

Cakupan variabel adalah bagian dari program yang dapat menggunakan atau membaca variabel tersebut.

PHP memiliki tiga jenis cakupan variabel:

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Sebuah variabel yang dideklarasikan di luar sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN GLOBAL dan hanya bisa dibaca di luar fungsi, contoh seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 5; // cakupan global
 
function test() {
    // menggunakan x di dalam fungsi ini akan menghasilkan error
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
}
 
test();
echo "<p>Variabel x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?>

Sebuah variabel yang dideklarasikan di dalam sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN LOCAL dan hanya dapat dibaca didalam fungsi itu saja. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function test() {
    $x = 5; // cakupan local
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi: $x</p>";
}
 
test();
// menggunakan x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variabel x di luar fungsi: $x</p>";
?>

Anda dapat menggunakan nama variabel local yang sama pada fungsi-fungsi yang berbeda, karena variabel local hanya dikenali di dalam fungsi di mana variabel tersebut dideklarasikan.

Perintah Global di PHP

Perintah global digunakan untuk mengakses variabel global dari dalam sebuah fungsi.

Contoh menggunakan perintah global:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    global $x, $y;
    $y = $x + $y;
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

PHP juga menyimpan semua variabel global di sebuah array bernama $GLOBAL[indeks]. Indeks menyimpan nama variabel. Array ini bisa diakses dari dalam fungsi dan dapat digunakan untuk mengubah nilai variabel global secara langsung.

Contoh program sebelumnya dapat ditulis ulang seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    $GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y'];
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

Perintah Static di PHP

Secara normal ketika sebuah fungsi selesai dijalankan, maka semua variabel di dalamnya akan dihapus dari memori. Akan tetapi, kadang-kadang kita ingin agar variabel tersebut jangan dihapus, karena akan digunakan untuk langkah berikutnya.

Untuk keperluan ini, gunakan perintah static ketika mendeklarasikan variabel ini. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
function test() {
    static $x = 0;
    echo $x;
    $x++;
}
 
test();
test();
test();
?>

Silahkan coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya. Setiap kali fungsi dipanggil, variabel $x akan tetap berisi nilai terakhir.

Catatan: Variabel statis tetap bersifat local pada fungsi dimana variabel itu dideklarasikan.

Cara Menginstall PHP di Komputer Sendiri

 

Untuk belajar pemrograman PHP, kita harus menginstall software PHP di komputer sendiri. Akan tetapi sebagai sebuah interpreter PHP tidak berdiri sendiri, perlu web server misalnya Apache dan database server misalnya MySQL (karena sebagian besar aplikasi PHP menggunakan database).

Untuk pemula yang baru mulai belajar PHP, tidak usah merasa pusing tentang cara menginstall PHP. Karena sudah ada software installer mudah yang akan menginstall Apache, PHP dan MySQL sekaligus dan langsung terkonfigurasi otomatis.

Salah satu software installer PHP yang direkomendasikan adalah XAMPP. Sebuah software installer PHP yang bisa di download gratis di website: Software installer PHP

Setelah di download, silahkan jalankan softwarenya, nanti akan ditanyakan lokasi installnya. Default nya adalah: c:\xampp

Setelah beres terinstall, jalankan XAMPP, nanti akan muncul control panel XAMPP. Pada bagian Apache dan MySQL, klik tombol Start untuk menghidupkan Apache dan MySQL sehingga akan muncul status Running berwarna hijau.

Control panel XAMPP PHP Installer

Untuk memastikan bahwa Apache dan PHP sudah benar-benar aktif, coba buka browser dan ketik alamat http://localhost. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan tampil halaman seperti ini di browser.

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Selanjutnya kita akan cek apakah script PHP sudah bisa dijalankan atau tidak. Bukalah Notepad, kemudian ketik program kecil sbb:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan file dengan nama info.php di folder c:\xampp\htdocs (kalau anda install di drive d:, maka simpan di d:\xampp\htdocs ,dst.).

Sekarang buka kembali browser dan ketik alamat http://localhost/info.php

Kalau PHP sudah aktif, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Nah, sekarang sudah bisa mulai belajar atau praktek pemrograman PHP di komputer sendiri. Semua file .php yang ingin dijalankan harus disimpan di folder x:\xampp\htdocs (ganti x dengan drive instalasi yang sesuai). File .php juga bisa disimpan dalam folder-folder yang berbeda. Misalnya kalau disimpan di x:\xampp\htdocs\contoh\file.php, maka di browser dibuka dengan alamat http://localhost/contoh/file.php dan seterusnya.

Selamat mencoba, kalau ada detil yang kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.