Tutorial PHP-5: Perintah print dan echo

 

Tutorial PHP

Dalam PHP, ada dua cara untuk menampilkan data, yaitu dengan echo and print.

Pada tutorial di blog ini kita menggunakan echo (dan print) hampir dalam setiap contoh program. Jadi pada artikel ini akan dibahas mengenai kedua perintah ini.

echo dan print pada dasarnya sama. Kedua-duanya digunakan untuk menampilkan data.

Perbedaannya: echo tidak memiliki nilai return, sedangkan print mempunyai nilai return 1 sehingga dapat digunakan dalam ekspresi. echo dapat menerima banyak parameter, sedangkan print hanya menerima satu parameter. Perintah echo lebih cepat sedikit dari perintah print.

Perintah echo

Perintah echo dapat digunakan dengan atau tanpa tanda kurung: echo atau echo().

Menampilkan Teks dengan echo

Berikut ini contoh bagaimana menampilkan teks dengan perintah echo (catatan: teks dapat berisi kode HTML):

1
2
3
4
5
6
<?php
echo "<h2>PHP memang asyikkk!</h2>";
echo "Hello world!<br>";
echo "Saya lagi belajar PHP!<br>";
echo "Tulisan ", "ini ", "dibuat ", "dengan ", "banyak parameter.";
?>

Menampikan Variabel dengan echo

Di bawah ini contoh bagaimana menampilkan teks dan variabel dengan perintah echo:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
$teks1 = "Tutorial PHP";
$teks2 = "http://blog.apenta.com";
$x = 50;
$y = 42;
 
echo "<h2>$teks1</h2>";
echo "Belajar PHP di $teks2<br>";
echo $x + $y;
?>

Perintah print

Perintah print dapat digunakan dengan atau tanpa tanda kurung: print atau print().

Menampilkan Teks dengan print

Di bawah ini contoh bagaimana menampilkan teks dengan perintah print (catatan: teks dapat berisi kode HTML):

1
2
3
4
5
<?php
print "<h2>PHP memang asyikkk!</h2>";
print "Hello world!<br>";
print "Saya lagi belajar PHP!<br>";
?>

Menampilkan Variabel dengan print

Di bawah ini contoh bagaiman menampilkan teks dan variabel dengan perintah print:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
$teks1 = "Tutorial PHP";
$teks2 = "http://blog.apenta.com";
$x = 500;
$y = 12;
 
print "<h2>$teks1</h2>";
print "Belajar PHP di $teks2<br>";
print $x + $y;
?>

Membuka File PDF dengan SumatraPDF

 

Bagaimana cara membuka file .PDF, barangkali ini sering ditanyakan oleh pemakai komputer yang masih pemula. Padahal sebenarnya file PDF ini sering dijumpai di internet, misalnya file panduan, eBook, slide presentasi, laporan, faktur, dsb. sekarang dokumen-dokumen tersebut sudah dalam format PDF.

PDF singkatan dari Portable Document Format, yang artinya format dokumen yang portabel. File dengan format PDF dirancang agar bisa dibuka pada komputer/device apa saja. Tidak tegantung pada software, hardware maupun sistem operasi.

Cara membuka file .PDF ini sangat mudah. Kebanyakan komputer/laptop sekarang ini di dalamnya sudah diinstall software pembaca .PDF bernama Adobe Acrobat Reader.

Kalau ternyata di komputer/laptop belum terinstall Acrobat Reader, maka gunakanlah software gratis yang ringan dan sangat efektif untuk membaca file .PDF , yaitu software Sumatera PDF.

Cara Membuka File PDF dengan Sumatra PDF

Dari sekian banyak software pembaca file .PDF, menurut penulis Sumatera PDF adalah yang paling ringan dan cepat dalam membuka file .PDF.

Kalau anda memerlukan software untuk membaca file .PDF, silahkan download Sumatera PDF. (4MB).

Catatan: Selain bisa membaca file .PDF, Sumatra PDF juga bisa membuka file (ePub, Mobi), XPS, DjVu, CHM, Comic Book (CBZ dan CBR),

Membaca atau Mengimpor File Excel dengan PHP

 

Membaca file Excel menggunakan PHP

Kadang-kadang kita perlu membaca data dari sebuah file Excel untuk dimasukan ke dalam tabel pada sebuah database, agar nantinya bisa diolah dan ditampilkan di website atau aplikasi web yang kita buat. Dari pada mengetik ulang satu persatu data yang ada di file Excel ke database, lebih baik file Excel itu di-impor (baca dan proses) menggunakan program PHP.

Di Internet ada banyak library PHP untuk membaca file Excel, anda bisa mencari di Google. Saat ini saya ingin membagikan sebuah library PHP Excel yang sederhana berukuran kecil, yang dapat membaca file Excel cukup akurat.

Library pembaca file Excel menggunakan PHP itu bernama Spreadsheet Reader.
Library Excel ini bisa didownload gratis di halaman Github: https://github.com/nuovo/spreadsheet-reader

Cara menggunakan nya cukup sederhana. Ekstrak file yang sudah di download pada sebuah folder, kemudian buatlah sebuah script PHP untuk membaca file Excel yang ingin di-impor. Berikut ini contoh-nya, silahkan dikembangkan sesuai keperluan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<?php
require('php-excel-reader/excel_reader2.php');
require('SpreadsheetReader.php');
 
$reader = new SpreadsheetReader('file-excel-anda.xlsx');
foreach ($reader as $baris) {
 
   print_r($baris);
 
   // $baris[1] <-artinya kolom A
   // $baris[2] <-artinya kolom B
}
?>

Pada contoh di atas, class SpreadsheetReader akan membaca file Excel dan kemudian menghasilkan array dua dimensi (baris, kolom) yang berisi data dari file Excel yang dibaca tersebut.

Di bawahnya terdapat perulangan foreach, tujuannya untuk membaca setiap baris pada array. Variabel $baris akan menampung data-data kolom pada baris yang sedang dibaca saat ini.

Code Editor yang Bagus Untuk Mengetik Program PHP

 

Untuk mengetik program atau kode, diperlukan sebuah software editor teks. Bila memakai Windows kita bisa menggunakan software Notepad. Akan tetapi Notepad sangat sederhana, hanya bisa menangani pengetikan dasar saja, kurang akan fasilitas yang membantu dalam pengetikan program seperti pengecekan sintaks, tombol cepat, dsb.

Dengan seiring perkembangan waktu, orang menciptakan code editor yang memudahkan programmer dalam pengetikan program. Code editor adalah editor teks yang diberi fasilitas diantara nya: syntax highlighting (teks dengan warna berbeda untuk masing sintaks), code completion (hanya dengan mengetik beberapa huruf, muncul nama fungsi/konstanta/variable), error checking (memberitahu kalau ada penulisan kode yang tidak lengkap atau salah).

Lalu apakah code editor yang ideal untuk memprogram PHP? Well, untuk soal memilih code editor ini biasanya dipengaruhi oleh selera masing-masing programmer. Di bawah ini sekedar saran mengenai code editor yang bisa dipakai untuk mengetik program PHP (ataupun program lainnya).

Notepad++

Notepad-Plus-Plus Code Editor PHP

Notepad++ adalah code editor yang gratis dan yang sangat populer. Walaupun gratis, fitur dari Notepad++ sudah sangat cukup. Mendukung banyak bahasa pemrograman dari A sampai Z, tidak terbatas hanya pada PHP. Pada Notepad++ sudah ada syntax highlighting, code completion, bisa run external program, bisa merekam makro, dsb. Notepade++ sangat cocok untuk programmer pemula maupun yang sudah mahir. Notepad++ hanya bisa berjalan di Windows. Download Notepad++.

Sublime Text

Sublime-Text Code Editor PHP

Sublime Text adalah code editor yang juga cukup populer, dan bisa berjalan multiplatform. Walaupun Sublime Text adalah software berbayar, tetapi versi gratisnya bisa dipakai secara normal tanpa ada batasan waktu. Salah satu kelebihan Sublime Text adalah adanya Package Manager, semacam pengelola plugin yang bisa menambahkan plugin ke Sublime Text sehingga makin memperkaya fungsi-fungsi editornya. Download Sublime Text Code Editor PHP.

Editplus

Editplus Code Editor PHP

Editplus adalah code editor yang ringan dan mendukung banyak bahasa pemrograman. Bisa menuliskan kode PHP dan menambahkan kode-kode HTML hanya dengan mengklik tombol. Secara keseluruhan Editplus adalah code editor yang enak dipakai, tetapi kekurangannya adalah tidak ada code completion yang realtime. Yaitu kemampuan untuk menampilkan nama variable atau fungsi pada saat kita mengetik beberapa huruf. Download Editplus Code Editor PHP.

Geany

Geany Code Editor PHP

Geany adalah code editor yang berjalan multiplatform. Kalau sering bekerja misalnya di Windows dan Linux tanpa ingin berganti jenis code editor, Geany bisa jadi pilihan. Walaupun namanya kurang banyak disebut, Geany sudah memiliki fitur code editor yang modern. Seperti syntax highlighting, code completion, dan mendukung banyak bahasa pemrograman termasuk PHP, Java, Python, dan sebagainya. Download Geany Code Editor PHP.

Demikian beberapa pilihan code editor untuk PHP, silahkan dipilih yang dirasa cocok. Rekomendasi dari penulis kalau menggunakan sistem operasi Windows adalah Notepad++ karena gratis dan fiturnya sudah sangat lengkap. Kalau bekerja di Linux atau MacOS, rekomendasinya adalah SublimeText.

Selamat mencoba dan happy coding!

Tutorial PHP-4: Variabel PHP

 

Tutorial PHP

Variabel adalah sebuah lokasi di memori yang berfungsi sebagai “penampung” informasi. Disebut variabel karena isi penampung ini bisa berubah-ubah.

Membuat atau Mendeklarasikan Variabel PHP

Di dalam PHP, sebuah variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel-nya. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
<?php
$teks = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah proram dijalankan, maka variabel $teks akan menampung nilai “Hello world!”, variabel $x menampung angka 5, dan variabel $y menampung angka 10.5.

Apabila ingin menyimpan sebuah teks, maka teks tersebut harus diapit dengan tanda kutip.

Tidak seperti pada bahasa pemrograman yang lain, PHP tidak mempunyai perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Akan tetapi variabel itu dibuat langsung.

Variabel PHP

Variabel bisa memiliki nama yang singkat (seperti: x dan y) atau nama yang lebih bermakna (seperti: umur, total, nama_siswa).

Aturan variabel PHP:

  • Nama variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  • Nama variabel harus diawali huruf atau garis bawah
  • Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  • Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf-angka dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
  • Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (Contoh: $umur dan $UMUR adalah dua variabel yang berbeda)

Harap diingat, nama variabel PHP membedakan huruf besar dan kecil!

Menampilkan Variabel

Perintah PHP echo paling sering digunakan untuk menampilkan variabel.

Di bawah ini adalah contoh bagai mana menampilkan teks dan variable:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love $teks!";
?>

Contoh di bawah ini menampilkan hasil yang sama:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love " . $teks. "!";
?>

Contoh menampilkan hasil penjumlahan dua buah variabel angka:

1
2
3
4
5
<?php
$x = 15;
$y = 6;
echo $x + $y;
?>

Catatan: Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perintah echo dan bagaimana cara menampilkan data pada tutorial berikutnya.

Variabel PHP Bertipe Fleksibel

Pada contoh-contoh diatas, kita tak perlu memberitahukan kepada PHP tipe dari variabel-nya (apakah teks, angka, dsb).

PHP secara otomatis akan mengkonversi sebuah variabel ke tipe yang sesuai dengan nilai dari variabel itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan bahasa yang lain seperti C, C++ dan Java, seorang programmer harus mendeklarasikan nama dan tipe varibel sebelum menggunakannya.

Cakupan Variabel PHP

Di dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja di sepanjang program.

Cakupan variabel adalah bagian dari program yang dapat menggunakan atau membaca variabel tersebut.

PHP memiliki tiga jenis cakupan variabel:

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Sebuah variabel yang dideklarasikan di luar sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN GLOBAL dan hanya bisa dibaca di luar fungsi, contoh seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 5; // cakupan global
 
function test() {
    // menggunakan x di dalam fungsi ini akan menghasilkan error
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
}
 
test();
echo "<p>Variabel x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?>

Sebuah variabel yang dideklarasikan di dalam sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN LOCAL dan hanya dapat dibaca didalam fungsi itu saja. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function test() {
    $x = 5; // cakupan local
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi: $x</p>";
}
 
test();
// menggunakan x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variabel x di luar fungsi: $x</p>";
?>

Anda dapat menggunakan nama variabel local yang sama pada fungsi-fungsi yang berbeda, karena variabel local hanya dikenali di dalam fungsi di mana variabel tersebut dideklarasikan.

Perintah Global di PHP

Perintah global digunakan untuk mengakses variabel global dari dalam sebuah fungsi.

Contoh menggunakan perintah global:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    global $x, $y;
    $y = $x + $y;
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

PHP juga menyimpan semua variabel global di sebuah array bernama $GLOBAL[indeks]. Indeks menyimpan nama variabel. Array ini bisa diakses dari dalam fungsi dan dapat digunakan untuk mengubah nilai variabel global secara langsung.

Contoh program sebelumnya dapat ditulis ulang seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    $GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y'];
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

Perintah Static di PHP

Secara normal ketika sebuah fungsi selesai dijalankan, maka semua variabel di dalamnya akan dihapus dari memori. Akan tetapi, kadang-kadang kita ingin agar variabel tersebut jangan dihapus, karena akan digunakan untuk langkah berikutnya.

Untuk keperluan ini, gunakan perintah static ketika mendeklarasikan variabel ini. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
function test() {
    static $x = 0;
    echo $x;
    $x++;
}
 
test();
test();
test();
?>

Silahkan coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya. Setiap kali fungsi dipanggil, variabel $x akan tetap berisi nilai terakhir.

Catatan: Variabel statis tetap bersifat local pada fungsi dimana variabel itu dideklarasikan.

Cara Menginstall PHP di Komputer Sendiri

 

Untuk belajar pemrograman PHP, kita harus menginstall software PHP di komputer sendiri. Akan tetapi sebagai sebuah interpreter PHP tidak berdiri sendiri, perlu web server misalnya Apache dan database server misalnya MySQL (karena sebagian besar aplikasi PHP menggunakan database).

Untuk pemula yang baru mulai belajar PHP, tidak usah merasa pusing tentang cara menginstall PHP. Karena sudah ada software installer mudah yang akan menginstall Apache, PHP dan MySQL sekaligus dan langsung terkonfigurasi otomatis.

Salah satu software installer PHP yang direkomendasikan adalah XAMPP. Sebuah software installer PHP yang bisa di download gratis di website: Software installer PHP

Setelah di download, silahkan jalankan softwarenya, nanti akan ditanyakan lokasi installnya. Default nya adalah: c:\xampp

Setelah beres terinstall, jalankan XAMPP, nanti akan muncul control panel XAMPP. Pada bagian Apache dan MySQL, klik tombol Start untuk menghidupkan Apache dan MySQL sehingga akan muncul status Running berwarna hijau.

Control panel XAMPP PHP Installer

Untuk memastikan bahwa Apache dan PHP sudah benar-benar aktif, coba buka browser dan ketik alamat http://localhost. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan tampil halaman seperti ini di browser.

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Selanjutnya kita akan cek apakah script PHP sudah bisa dijalankan atau tidak. Bukalah Notepad, kemudian ketik program kecil sbb:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan file dengan nama info.php di folder c:\xampp\htdocs (kalau anda install di drive d:, maka simpan di d:\xampp\htdocs ,dst.).

Sekarang buka kembali browser dan ketik alamat http://localhost/info.php

Kalau PHP sudah aktif, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Nah, sekarang sudah bisa mulai belajar atau praktek pemrograman PHP di komputer sendiri. Semua file .php yang ingin dijalankan harus disimpan di folder x:\xampp\htdocs (ganti x dengan drive instalasi yang sesuai). File .php juga bisa disimpan dalam folder-folder yang berbeda. Misalnya kalau disimpan di x:\xampp\htdocs\contoh\file.php, maka di browser dibuka dengan alamat http://localhost/contoh/file.php dan seterusnya.

Selamat mencoba, kalau ada detil yang kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Tutorial PHP-3: Syntax PHP

 

Tutorial PHP

Syntax atau dalam bahasa Indonesia sintaksis adalah pengaturan kata dengan kata atau kalimat. Dalam pemrograman, syntax dapat diartikan cara penulisan kode yang sesuai dengan aturan bahasa pemrograman itu sendiri. Jadi syntax PHP berarti, aturan penulisan kode program yang sesuai dengan bahasa PHP.

Tidak seperti VB, Delphi, Foxpro, C, dsb. PHP adalah bahasa yang bersifat server-side. Artinya PHP dijalankan di sebuah server web, kemudian mengirimkan hasilnya ke browser pengguna sudah dalam bentuk HTML.

Syntax Dasar PHP

  • PHP dapat ditempatkan di mana saja di dalam sebuah file berakhiran .php
  • Di dalam file .php bisa terdapat kode HTML
  • Kode PHP diawali dengan <?php dan ?>

Di bawah ini sebuah contoh menampilkan tulisan “Hello World” menggunakan fungsi echo:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<h1>Program PHP Saya</h1>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Catatan: Perintah PHP diakhiri dengan tanda titik koma (;).

Komentar dalam PHP

Komentar dalam PHP adalah tulisan yang tidak diproses/dijalankan sebagai bagian dari program. Melainkan bersifat catatan saja.

Kegunaan komentar antara lain:

  1. Supaya orang lain yang membaca mengerti tujuan kode
  2. Mengingatkan kembali cara kerja program yang sudah ditulis tersebut – Biasanya program yang sudah lama ditinggalkan perlu diingat-ingat lagi cara kerjanya.
  3. Memberi keterangan sebuah fungsi atau class
  4. Memberi keterangan tentang siapa pembuat dan riwayat perubahan program

PHP mempunyai beberapa cara dalam menuliskan komentar:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
// Komentar dalam satu baris
 
# Ini juga komentar dalam satu baris 

/*
Ini komentar dalam beberapa baris.
Bisa dituliskan dalam  
baris yang berbeda
*/
 
// Anda juga dapat menulis komentar ditengah kode
$angka = 10 /* + 15 */ + 5;
echo $angka;
?>
</body>
</html>

Huruf Besar dan Kecil dalam PHP

Di dalam PHP, semua perintah (contoh: if, else, while, echo, dsb), class dan fungsi tidak membedakan huruf besar atau kecil.

Contoh di bawah ini diperbolehkan:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
ECHO "Hello World!<br>";
echo "Hello World!<br>";
EcHo "Hello World!<br>";
?>
</body>
</html>

Akan tetapi, semua nama variabel membedakan huruf besar dan kecil.

Di bawah ini adalah contoh bahwa hanya perintah pertama saja yang akan menampilkan nilai variable $warna (karena $warna, $WARNA, dan $warNA dianggap PHP sebagai 3 variable yang berbeda):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$warna = "Biru";
echo "Warna rumah saya " . $warna. "<br>";
echo "Warna rumah saya " . $WARNA . "<br>";
echo "Warna laptop saya " . $warNA . "<br>";
?>
</body>
</html>

Penjelasan mengenai variabel dapat dibaca pada artikel tutorial PHP berikutnya.

Tutorial PHP-2: Menginstall PHP

 

Tutorial PHP

Untuk memulai belajar PHP, maka perlu menginstall PHP di komputer kita sendiri. Dan untuk menginstall PHP, diperlukan juga sebuah web server misalnya Apache dan database MySQL untuk mempraktekan bagaimana pengolahan database menggunakan PHP pada tutorial-tutorial selanjutnya.

Untuk menginstall PHP, bisa menggunakan software installer Apache, PHP & MySQL yang bernama XAMPP.

Pertama-tama, download software XAMPP pada website Apachefriends.

Pilihlah file yang sesuai sistem operasi anda, untuk versinya silahkan pilih versi 7 atau 5.6

Setelah selesai download, jalankan software installer XAMPP dan tentukan folder tujuan, misalnya D:\xampp

Kemudian buka aplikasi XAMPP, dan akan muncul control panel XAMPP. Klik pada tombol Start di sebelah kanan Apache dan klik tombol Start disebelah kanan MySQL. Maka Apache dan MySQL akan running.

Control panel XAMPP PHP Installer

Setelah itu silahkan buka browser dan ketik alamat http://localhost di address bar. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan muncul halaman depan XAMPP seperti di bawah ini:

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Semua file PHP yang akan dijalankan, harus disimpan pada folder D:\xampp\htdocs

Sekarang kita coba membuat file PHP untuk menampilkan informasi tentang instalasi PHP seperti ini:

File: info.php

1
2
3
<?php 
phpinfo(); 
?>

Simpan file info.php ini di folder D:\XAMPP\htdocs

Kemudian buka browser kembali dan ketik http:\\localhost\info.php di address bar. Kalau instalasi sudah betul, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Catatan:
Semua file PHP disimpan di folder D:\XAMPP\htdocs agar bisa dijalankan di browser. File PHP juga bisa disimpan dalam sub-folder, misalnya ada sebuah file bernama coba.php disimpan pada sub-folder

d:\XAMPP\htdocs\latihan1

Maka cara mengaksesnya di browser adalah dengan mengetik:

http:\\localhost\latihan1\coba.php

pada address bar.

Ok, sekarang di komputer sudah terinstall PHP. Pada artikel tutorial berikutnya kita akan belajar lebih dalam tentang pemrograman PHP.

Tutorial PHP-1: Perkenalan PHP

 

Tutorial PHP

PHP adalah bahasa pemrograman web yang ampuh untuk membuat website yang dinamis dan interaktif. PHP itu gratis dan sangat banyak digunakan dibandingkan bahasa pemrograman sejenisnya seperti ASP, dsb.

Contoh program PHP:

Kode-kode program PHP dapat disimpan pada file tersendiri atau dapat disisipkan ke dalam HTML seperti pada contoh di bawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
echo "Percobaan dengan PHP";
?>
</body>
</html>

Apa yang harus dipahami

Sebelum mempelajari PHP, sebaiknya memahami dulu dasar-dasar bahasa script web yang lain yaitu:

  1. HTML
  2. CSS
  3. JavaScript

Apa itu PHP?

PHP singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP adalah bahasa pemrograman web yang paling banyak digunakan. Program PHP yang kita buat disimpan dan dijalankan di sebuah web server. PHP bisa didownload dan digunakan secara gratis.

PHP adalah bahasa yang sangat populer dan menakjubkan.

  1. Sangat ampuh untuk membuat sistem blog terbesar di Internet (yaitu WordPress)
  2. Sangat andal untuk menggerakan media sosial terbesar (yaitu Facebook)
  3. Relatif mudah bagi pemulai untuk belajar bahasa pemrograman web

Bagaimana format file program PHP?

File program PHP diberi akhiran “.php”. File PHP bisa berisi teks, HTML, CSS, Javascript dan kode PHP itu sendiri. Program PHP disimpan dan dijalankan web server, dan hasilnya nya dikirimkan ke browser dalam bentuk kode HTML.

Apa yang dapat dikerjakan dengan PHP?

  1. PHP dapat menghasilkan halaman web yang dinamis
  2. PHP dapat membuat, membuka, membaca, menulis, menghapus dan menutup file di server
  3. PHP dapat membaca data dari form HTML
  4. PHP dapat mengirim dan membaca cookie pada browser
  5. PHP dapat menambah, menghapus dan mengubah data di database
  6. PHP dapat mengatur hak akses pengguna
  7. PHP dapat mengenkripsi data

Output yang dihasilkan PHP tidak terbatas pada HTML. Tetapi juga image, file PDF, dan bahkan film Flash. Dan juga bisa menghasilkan format teks, seperti XAML, JSON, dsb.

Mengapa memilih PHP?

  1. PHP berjalan di berbagai platform (Windows, Linux, Unix, Mac OS, dsb.)
  2. PHP kompatibel hampir dengan semua jenis web server (Apache, NGinx, IIS, dsb)
  3. PHP mendukung banyak database (MySQL, SQLServer, Oracle, PostgreSQL, dsb)
  4. PHP bisa didownload dan digunakan secara gratis
  5. PHP relatif mudah dipelajari

Pada artikel selanjutnya akan dipelajari bahasa pemrograman PHP lebih detil.

Uniserver: Software Apache, MySQL dan PHP yang Dapat Berganti-ganti Versi

 

Uniserver PHP, MySQL, Apache Installer

Pada artikel sebelumnya, disebutkan bahwa untuk menginstall PHP bisa menggunakan software installer XAMPP. Kali kini kita akan membahas software lain, yang memungkinkan berganti-ganti versi PHP dengan mudah.

Sejauh yang penulis tahu, kekurangan XAMPP adalah hanya dapat menginstall satu versi PHP saja, tidak dapat berganti-ganti. Padahal Kadang-kadang perlu berganti versi PHP untuk mencoba apakah script kita bisa berjalan di versi tertentu atau tidak. Misalnya ada script yang ditulis di versi PHP-5, kemudian ingin di test di PHP-7.

Salah satu software AMP (Apache, MySQL, PHP) yang bisa berganti-ganti versi PHP adalah Uniserver. Silahkan download gratis disini.

Setelah selesai download, buka filenya. Nanti akan ditanyakan kemana akan meng-ekstrak Uniserver. Misalnya ke drive C: seperti contoh ini.

Install Uniserver

Setelah proses ekstrak selesai, akan terbentuk folder C:\UniServerZ yang berisi file-file dan folder-folder Uniserver.

Uniserver PHP Installer

Untuk menjalankan Uniserver ini, pertama-tama klik pada file UniController.exe, maka akan muncul jendela Uniserver dimana kita bisa menentukan setting dan menjalankan server Apache & MySQL.

Install PHP, MySQL, Apache

Bila ingin memilih versi PHP mana yang akan dipakai, maka pilihlah menu PHP > Select PHP Version. Setelah itu barulah klik tombol Start Apache.

Berganti-ganti versi PHP dengan Uniserver

Bila ingin mengganti versi lain, Stop Apache terlebih dahulu. Kemudian pilih versi PHP dan Start Apache lagi.

Keunggulan dari software Uniserver selain bisa berganti versi PHP adalah:

  • Ukuran file software kecil
  • Bisa menambah versi PHP yang lain
  • Bisa menambah Perl, Filezilla server, dll.
  • Bisa disimpan dalam flashdisk tanpa perlu menginstall
  • Mengubah konfigurasi dengan mudah
  • Backup/Restore database MySQL ke alamat FTP
  • SMTP utility untuk mengirim email via PHP dari localhost
  • Mendukung SSL

Demikian pembahasan mengenai software Uniserver untuk menjalankan Apache, MySQL dan PHP yang bisa berganti-ganti versi. Selamat mencoba semoga bermanfaat.