5 Alasan Mengapa PHP Disukai Developer Web

 

5 Alasan Mengapa PHP disukai para developer web

Di dalam dunia pemrograman, bahasa yang paling banyak digunakan untuk pengembangan web adalah PHP. Ini dikarenakan PHP adalah bahasa yang memang dirancang untuk web dan juga banyak library open-source pendukungnya. Ada banyak keuntungan menggunakan PHP sebagai bahasa untuk pengembangan web. Di bawah ini dicantumkan 5 alasan mengapa para developer web menyukai PHP.

Sederhana:

Bahasa PHP dipengaruhi oleh sintaks C, relatif sederhana di bandingkan dengan Perl atau Python. Ini sebabnya disukai oleh programmer, bahkan programmer pemula pun relatif mudah untuk mempelajari PHP.

Fleksibel:

Script PHP mudah dimodifikasi. Kalau program yang dibuat sudah berjalan dan ingin diubah, maka tinggal diubah saja menggunakan kode editor, kemudian reupload ke server web hosting. Atau bisa langsung diedit menggunakan software FTP dan perubahan script tersebut langsung diterapkan secara realtime.

Integrasi:

PHP kompatibel dengan banyak OS (Operating System), dan dapat dengan mudah di integrasikan di berbagai OS yang berbeda-beda. Bisa berjalan di Unix, Linux, Solaris, OSX, Windows, dsb.

Kinerja:

Kinerja PHP sudah tak diragukan lagi, jutaan web di seluruh dunia menggunakan PHP. Blog yang sedang anda baca inipun pakai PHP. Dan sekarang ada PHP-7 dengan teknologi engine terbaru yang lebih cepat berkali-lipat.

Biaya:

Menggunakan PHP berarti sangat hemat, karena tidak ada biaya untuk membeli lisensi atau software. Karena PHP adalah open-source dan dapat bekerja dengan bermacam database yang juga open-source, seperti PostgreSQL, MySQL, MariaDB, dll.

PHP adalah pemrograman web yang relatif mudah, murah, dan didukung oleh komunitas yang menyediakan berbagai fungsi, aplikasi, dan contoh-contoh program. Tak dapat dipungkiri, PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang disukai para developer web saat ini.

Tutorial PHP-4: Variabel PHP

 

Tutorial PHP

Variabel adalah sebuah lokasi di memori yang berfungsi sebagai “penampung” informasi. Disebut variabel karena isi penampung ini bisa berubah-ubah.

Membuat atau Mendeklarasikan Variabel PHP

Di dalam PHP, sebuah variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel-nya. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
<?php
$teks = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah proram dijalankan, maka variabel $teks akan menampung nilai “Hello world!”, variabel $x menampung angka 5, dan variabel $y menampung angka 10.5.

Apabila ingin menyimpan sebuah teks, maka teks tersebut harus diapit dengan tanda kutip.

Tidak seperti pada bahasa pemrograman yang lain, PHP tidak mempunyai perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Akan tetapi variabel itu dibuat langsung.

Variabel PHP

Variabel bisa memiliki nama yang singkat (seperti: x dan y) atau nama yang lebih bermakna (seperti: umur, total, nama_siswa).

Aturan variabel PHP:

  • Nama variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  • Nama variabel harus diawali huruf atau garis bawah
  • Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  • Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf-angka dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
  • Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (Contoh: $umur dan $UMUR adalah dua variabel yang berbeda)

Harap diingat, nama variabel PHP membedakan huruf besar dan kecil!

Menampilkan Variabel

Perintah PHP echo paling sering digunakan untuk menampilkan variabel.

Di bawah ini adalah contoh bagai mana menampilkan teks dan variable:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love $teks!";
?>

Contoh di bawah ini menampilkan hasil yang sama:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love " . $teks. "!";
?>

Contoh menampilkan hasil penjumlahan dua buah variabel angka:

1
2
3
4
5
<?php
$x = 15;
$y = 6;
echo $x + $y;
?>

Catatan: Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perintah echo dan bagaimana cara menampilkan data pada tutorial berikutnya.

Variabel PHP Bertipe Fleksibel

Pada contoh-contoh diatas, kita tak perlu memberitahukan kepada PHP tipe dari variabel-nya (apakah teks, angka, dsb).

PHP secara otomatis akan mengkonversi sebuah variabel ke tipe yang sesuai dengan nilai dari variabel itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan bahasa yang lain seperti C, C++ dan Java, seorang programmer harus mendeklarasikan nama dan tipe varibel sebelum menggunakannya.

Cakupan Variabel PHP

Di dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja di sepanjang program.

Cakupan variabel adalah bagian dari program yang dapat menggunakan atau membaca variabel tersebut.

PHP memiliki tiga jenis cakupan variabel:

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Sebuah variabel yang dideklarasikan di luar sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN GLOBAL dan hanya bisa dibaca di luar fungsi, contoh seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 5; // cakupan global
 
function test() {
    // menggunakan x di dalam fungsi ini akan menghasilkan error
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
}
 
test();
echo "<p>Variabel x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?>

Sebuah variabel yang dideklarasikan di dalam sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN LOCAL dan hanya dapat dibaca didalam fungsi itu saja. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function test() {
    $x = 5; // cakupan local
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi: $x</p>";
}
 
test();
// menggunakan x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variabel x di luar fungsi: $x</p>";
?>

Anda dapat menggunakan nama variabel local yang sama pada fungsi-fungsi yang berbeda, karena variabel local hanya dikenali di dalam fungsi di mana variabel tersebut dideklarasikan.

Perintah Global di PHP

Perintah global digunakan untuk mengakses variabel global dari dalam sebuah fungsi.

Contoh menggunakan perintah global:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    global $x, $y;
    $y = $x + $y;
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

PHP juga menyimpan semua variabel global di sebuah array bernama $GLOBAL[indeks]. Indeks menyimpan nama variabel. Array ini bisa diakses dari dalam fungsi dan dapat digunakan untuk mengubah nilai variabel global secara langsung.

Contoh program sebelumnya dapat ditulis ulang seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    $GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y'];
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

Perintah Static di PHP

Secara normal ketika sebuah fungsi selesai dijalankan, maka semua variabel di dalamnya akan dihapus dari memori. Akan tetapi, kadang-kadang kita ingin agar variabel tersebut jangan dihapus, karena akan digunakan untuk langkah berikutnya.

Untuk keperluan ini, gunakan perintah static ketika mendeklarasikan variabel ini. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
function test() {
    static $x = 0;
    echo $x;
    $x++;
}
 
test();
test();
test();
?>

Silahkan coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya. Setiap kali fungsi dipanggil, variabel $x akan tetap berisi nilai terakhir.

Catatan: Variabel statis tetap bersifat local pada fungsi dimana variabel itu dideklarasikan.

Tutorial PHP-1: Perkenalan PHP

 

Tutorial PHP

PHP adalah bahasa pemrograman web yang ampuh untuk membuat website yang dinamis dan interaktif. PHP itu gratis dan sangat banyak digunakan dibandingkan bahasa pemrograman sejenisnya seperti ASP, dsb.

Contoh program PHP:

Kode-kode program PHP dapat disimpan pada file tersendiri atau dapat disisipkan ke dalam HTML seperti pada contoh di bawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
echo "Percobaan dengan PHP";
?>
</body>
</html>

Apa yang harus dipahami

Sebelum mempelajari PHP, sebaiknya memahami dulu dasar-dasar bahasa script web yang lain yaitu:

  1. HTML
  2. CSS
  3. JavaScript

Apa itu PHP?

PHP singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP adalah bahasa pemrograman web yang paling banyak digunakan. Program PHP yang kita buat disimpan dan dijalankan di sebuah web server. PHP bisa didownload dan digunakan secara gratis.

PHP adalah bahasa yang sangat populer dan menakjubkan.

  1. Sangat ampuh untuk membuat sistem blog terbesar di Internet (yaitu WordPress)
  2. Sangat andal untuk menggerakan media sosial terbesar (yaitu Facebook)
  3. Relatif mudah bagi pemulai untuk belajar bahasa pemrograman web

Bagaimana format file program PHP?

File program PHP diberi akhiran “.php”. File PHP bisa berisi teks, HTML, CSS, Javascript dan kode PHP itu sendiri. Program PHP disimpan dan dijalankan web server, dan hasilnya nya dikirimkan ke browser dalam bentuk kode HTML.

Apa yang dapat dikerjakan dengan PHP?

  1. PHP dapat menghasilkan halaman web yang dinamis
  2. PHP dapat membuat, membuka, membaca, menulis, menghapus dan menutup file di server
  3. PHP dapat membaca data dari form HTML
  4. PHP dapat mengirim dan membaca cookie pada browser
  5. PHP dapat menambah, menghapus dan mengubah data di database
  6. PHP dapat mengatur hak akses pengguna
  7. PHP dapat mengenkripsi data

Output yang dihasilkan PHP tidak terbatas pada HTML. Tetapi juga image, file PDF, dan bahkan film Flash. Dan juga bisa menghasilkan format teks, seperti XAML, JSON, dsb.

Mengapa memilih PHP?

  1. PHP berjalan di berbagai platform (Windows, Linux, Unix, Mac OS, dsb.)
  2. PHP kompatibel hampir dengan semua jenis web server (Apache, NGinx, IIS, dsb)
  3. PHP mendukung banyak database (MySQL, SQLServer, Oracle, PostgreSQL, dsb)
  4. PHP bisa didownload dan digunakan secara gratis
  5. PHP relatif mudah dipelajari

Pada artikel selanjutnya akan dipelajari bahasa pemrograman PHP lebih detil.

Cara Mengupload Desain Web ke Server Web Hosting

 

Mengupload desain web (berupa file HTML, gambar atau script PHP) itu mudah. Yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan upload adalah mengetahui dulu informasi ini (dari perusahaan web hosting):

  1. Alamat server
  2. Username FTP
  3. Password FTP
  4. Port FTP (biasanya port 21 atau 22)

Kemudian download terlebih dahulu software FTP (File Transfer Protocol). Software FTP digunakan untuk mengupload file ke komputer atau server lain. Software FTP yang populer, mudah digunakan dan gratis adalah FileZilla. Silahkan download software FileZilla disini.

Setelah didownload, silahkan install FileZilla dan jalankan. Pada jendela FileZilla akan dimunculkan kotak pertanyaan nama server, username, password dan port FTP. Isi sesuai dengan informasi FTP yang diberikan oleh perusahaan web hosting, setelah itu klik tombol Quickconnect. Setelah ter-connect, maka akan dimunculkan daftar file di komputer kita dan di server.

Silahkan pilih file dari komputer kita yang ingin diupload, kemudian pilih juga lokasi folder tujuan di server (misalnya /public_html), setelah itu klik kanan dan pilih upload.

Upload file ke server web hosting

Proses upload beres, silahkan cek di halaman browser apakah filenya sudah bisa dibuka atau belum. Mudah kan?

Perbedaan Web Hosting dan Domain

 

Perbedaan web hosting dan domainBarangkali banyak yang masih bingung membedakan web hosting dengan nama domain. Berikut ini dijelaskan perbedaan nya dalam bahasa yang sederhana supaya mudah dimengerti.

Domain atau Nama Domain

Domain atau nama domain adalah alamat sebuah website. Misalnya ada sebuah alamat web http://www.microsoft.com , maka yang disebut domain adalah microsoft.com

Domain sebenarnya adalah nama alias dari alamat IP sebuah mesin, entah itu komputer, entah itu printer, HP, dsb. Pada contoh di atas, microsoft.com adalah alias dari alamat server Microsoft dengan alamat IPĀ 104.43.195.251. Karena tidak mungkin mengingat setiap alamat IP, maka diciptakanlah domain.

Setiap perusahaan atau pribadi bisa membeli domain sendiri untuk keperluan membuat website. Misalnya seorang bernama Andi Budiman ingin punya website dengan alamat sendiri, dia bisa membeli domain andibudiman.com , dsb.

Web Hosting

Web hosting adalah kegiatan menempatkan konten (berupa file HTML, gambar, database, dsb) di sebuah perusahaan penyedia jasa server web atau penyedia jasa web hosting. Penyedia jasa web hosting itu memiliki server web yang terhubung dengan jaringan Internet berkecepatan sangat tinggi selama 24jam, tidak pernah mati. Sehingga web kita bisa online dan diakses oleh publik Internet terus-menerus.

Kembali ke contoh domain di atas, Andi Budiman tidak bisa hanya memiliki domain untuk membuat website, akan tetapi harus menyewa jasa web hosting untuk menempatkan file-file desain webnya, sehingga bisa dibuka oleh publik Internet ketika seorang pengunjung mengetik http://www.andibudiman.com di sebuah browser Internet

Kalau pembaca ingin membeli domain dan berlangganan web hosting, pembaca dapat menggunakan jasa web hosting dari NiagaHoster. Selain harganya murah, kecepatan server bagus dan diberikan domain GRATIS. Klik disini untuk mendaftar di NiagaHoster.

Demikian penjelasan tentang perbedaan domain dan web hosting. Semoga bisa dipahami. Kalau masih kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Membuka File PDF dengan SumatraPDF

 

Bagaimana cara membuka file .PDF, barangkali ini sering ditanyakan oleh pemakai komputer yang masih pemula. Padahal sebenarnya file PDF ini sering dijumpai di internet, misalnya file panduan, eBook, slide presentasi, laporan, faktur, dsb. sekarang dokumen-dokumen tersebut sudah dalam format PDF.

PDF singkatan dari Portable Document Format, yang artinya format dokumen yang portabel. File dengan format PDF dirancang agar bisa dibuka pada komputer/device apa saja. Tidak tegantung pada software, hardware maupun sistem operasi.

Cara membuka file .PDF ini sangat mudah. Kebanyakan komputer/laptop sekarang ini di dalamnya sudah diinstall software pembaca .PDF bernama Adobe Acrobat Reader.

Kalau ternyata di komputer/laptop belum terinstall Acrobat Reader, maka gunakanlah software gratis yang ringan dan sangat efektif untuk membaca file .PDF , yaitu software Sumatera PDF.

Cara Membuka File PDF dengan Sumatra PDF

Dari sekian banyak software pembaca file .PDF, menurut penulis Sumatera PDF adalah yang paling ringan dan cepat dalam membuka file .PDF.

Kalau anda memerlukan software untuk membaca file .PDF, silahkan download Sumatera PDF. (4MB).

Catatan: Selain bisa membaca file .PDF, Sumatra PDF juga bisa membuka file (ePub, Mobi), XPS, DjVu, CHM, Comic Book (CBZ dan CBR),

Cara Menginstall PHP di Komputer Sendiri

 

Untuk belajar pemrograman PHP, kita harus menginstall software PHP di komputer sendiri. Akan tetapi sebagai sebuah interpreter PHP tidak berdiri sendiri, perlu web server misalnya Apache dan database server misalnya MySQL (karena sebagian besar aplikasi PHP menggunakan database).

Untuk pemula yang baru mulai belajar PHP, tidak usah merasa pusing tentang cara menginstall PHP. Karena sudah ada software installer mudah yang akan menginstall Apache, PHP dan MySQL sekaligus dan langsung terkonfigurasi otomatis.

Salah satu software installer PHP yang direkomendasikan adalah XAMPP. Sebuah software installer PHP yang bisa di download gratis di website: Software installer PHP

Setelah di download, silahkan jalankan softwarenya, nanti akan ditanyakan lokasi installnya. Default nya adalah: c:\xampp

Setelah beres terinstall, jalankan XAMPP, nanti akan muncul control panel XAMPP. Pada bagian Apache dan MySQL, klik tombol Start untuk menghidupkan Apache dan MySQL sehingga akan muncul status Running berwarna hijau.

Control panel XAMPP PHP Installer

Untuk memastikan bahwa Apache dan PHP sudah benar-benar aktif, coba buka browser dan ketik alamat http://localhost. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan tampil halaman seperti ini di browser.

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Selanjutnya kita akan cek apakah script PHP sudah bisa dijalankan atau tidak. Bukalah Notepad, kemudian ketik program kecil sbb:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan file dengan nama info.php di folder c:\xampp\htdocs (kalau anda install di drive d:, maka simpan di d:\xampp\htdocs ,dst.).

Sekarang buka kembali browser dan ketik alamat http://localhost/info.php

Kalau PHP sudah aktif, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Nah, sekarang sudah bisa mulai belajar atau praktek pemrograman PHP di komputer sendiri. Semua file .php yang ingin dijalankan harus disimpan di folder x:\xampp\htdocs (ganti x dengan drive instalasi yang sesuai). File .php juga bisa disimpan dalam folder-folder yang berbeda. Misalnya kalau disimpan di x:\xampp\htdocs\contoh\file.php, maka di browser dibuka dengan alamat http://localhost/contoh/file.php dan seterusnya.

Selamat mencoba, kalau ada detil yang kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Web Hosting Untuk Website PHP Anda

 

Web hosting Indonesia murah dan bagusWeb hosting diperlukan untuk membuat sebuah website perusahaan, lembaga maupun blog pribadi. Web hosting adalah menyewa sebuah tempat di sebuah jasa penyedia server Internet yang akan menyimpan file website kita, baik file berupa HTML, PHP, gambar-gambar, maupun database MySQL.

Banyak jasa web hosting di luar negeri maupun di dalam negeri yang menawarkan jasa web hosting yang murah. Tapi harus diperhatikan bagaimana pelayanan tim supportnya. Karena website harus online 24 jam sehari tanpa masalah, maka tim support harus dapat dihubungi setiap saat untuk membantu kita mengatasi error di website sewaktu-waktu.

Banyak jasa web hosting yang menawarkan harga murah, akan tetapi support nya sangat tidak bagus. Tetapi ada juga yang supportnya bagus, akan tetapi servernya lambat atau fiturnya tidak lengkap.

Bila anda membutuhkan jasa web hosting yang murah tetapi dengan support yang bagus, maka saya sarankan untuk mendaftar web hosting di NiagaHoster.

Perusahaan web hosting NiagaHoster termasuk perusahaan yang memberikan jasa web hosting yang paling murah, dengan server yang kencang. Tarifnya sangat cocok untuk pemula, pelajar, maupun mahasiswa yang sedang belajar atau sedang praktek membuat website.

Selain tarif jasa web hosting yang paling murah, ditambah lagi GRATIS nama domain selamanya. Ini sangat luar biasa menghemat biaya hosting, terutama untuk anda yang baru mulai berbisnis online dan ingin mencoba membuat website sendiri untuk mengonlinekan bisnis anda.

Anda bisa bandingkan sendiri dengan yang lain, atau kalau anda melihat tarifnya sudah murah, langsung saja mendaftar. Karena web hosting ditempat lain walaupun lebih murah, belum tentu supportnya lebih bagus.

Klik disini untuk mendaftar web hosting di NiagaHoster.

Tutorial PHP-6: Tipe-tipe Variabel

 

Tutorial PHP

Sebuah variabel dapat menyimpan data dengan tipe-tipe yang berbeda.

PHP mendukung tipe data sebagai berikut:

  • String
  • Integer
  • Float (juga disebut double)
  • Boolean
  • Array
  • Object
  • NULL
  • Resource

String

String adalah kumpulan dari huruf, misalnya “Hello World”.

Sebuah string dapat berupa teks apapun yang diapit dengan tanda kutip. Anda dapat menggunakan kutip tunggal maupun kutip ganda. Contohnya seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$x = "Hello world!";
$y = 'Hello world!';
 
echo $x;
echo "<br>";
echo $y;
?>

Integer

Integer adalah tipe data yang berupa bilangan bulat antara -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647.

Aturan Integer:

  • Paling sedikit harus ada satu angka
  • Tidak boleh ada tanda desimal
  • Dapat berupa angka positif maupun negatif
  • Integer dapat berupa desimal (bilangan dasar 10), hexadesimal (bilangan dasar 16, diawali dengan 0x) atau oktal (bilangan dasar 8 diawali dengan 0)

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe integer. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 1379;
var_dump($x);
?>

Float

Float adalah tipe data untuk angka pecahan.

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe float. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 13.793;
var_dump($x);
?>

Boolean

Boolean adalah tipe variabel yang isinya: TRUE atau FALSE.

$x = true;
$y = false;

Tipe boolean biasanya digunakan dalam pengecekan kondisi. Anda akan mempelajari pengecekan kondisi pada tutorial berikutnya.

Array

Array adalah tipe variabel yang menyimpan banyak nilai. Dan setiap lokasi penyimpanan nilai itu diberi indeks. Indeks ini bisa berupa angka atau nama.

Di bawah ini contoh sebuah array bernama $mobil, yang isinya ada 3. Untuk menampilkan isi variabel ini, kita gunakan fungsi var_dump().

1
2
3
4
<?php
$mobil = array("Kuda","Kijang","Panther");
var_dump($cars);
?>

Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang variabel bertipe array pada tutorial berikutnya.

Object

Object adalah tipe variabel yang menyimpan data dan fungsi. Object itu kira-kira seperti sebuah bundel program yang isinya ada variabel, konstanta dan fungsi.

Untuk membuat sebuah variabel object, maka kita harus mendeklarasikan dahulu sebuah class. Class adalah definisi dari object yang berisi definisi properties (data/variabel) dan method (fungsi):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
<?php
class Mobil {
    public $jenis;
    function __construct() {
        $this->jenis = "Sedan";
    }
}
 
// membuat object
$bmw = new Mobil();
 
// tampilkan property
echo $bmw->jenis;
?>

Mengenai object akan dibahas pada tutorial berikutnya.

NULL

Null adalah tipe data khusus yang hanya memiliki satu nilai, yaitu null.

Variabel bertipe null adalah variabel yang tidak ada nilai yang diberikan kepadanya.

Catatan: Kalau sebuah variabel dibuat tanpa diberi nilai, maka otomatis diberi nilai null oleh PHP.

Sebuah variabel dapat dikosongkan dengan cara memberikan nilai null, seperti contoh ini:

1
2
3
4
5
<?php
$str = "Belajar PHP";
$str = null;
var_dump($str);
?>

Resource

Resource tidak benar-benar merupakan data. Melainkan menyimpan referensi ke sebuah fungsi atau handle. Contoh variabel bertipe resource yang paling umum adalah koneksi database, file pointer, dsb.

Tutorial PHP-2: Menginstall PHP

 

Tutorial PHP

Untuk memulai belajar PHP, maka perlu menginstall PHP di komputer kita sendiri. Dan untuk menginstall PHP, diperlukan juga sebuah web server misalnya Apache dan database MySQL untuk mempraktekan bagaimana pengolahan database menggunakan PHP pada tutorial-tutorial selanjutnya.

Untuk menginstall PHP, bisa menggunakan software installer Apache, PHP & MySQL yang bernama XAMPP.

Pertama-tama, download software XAMPP pada website Apachefriends.

Pilihlah file yang sesuai sistem operasi anda, untuk versinya silahkan pilih versi 7 atau 5.6

Setelah selesai download, jalankan software installer XAMPP dan tentukan folder tujuan, misalnya D:\xampp

Kemudian buka aplikasi XAMPP, dan akan muncul control panel XAMPP. Klik pada tombol Start di sebelah kanan Apache dan klik tombol Start disebelah kanan MySQL. Maka Apache dan MySQL akan running.

Control panel XAMPP PHP Installer

Setelah itu silahkan buka browser dan ketik alamat http://localhost di address bar. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan muncul halaman depan XAMPP seperti di bawah ini:

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Semua file PHP yang akan dijalankan, harus disimpan pada folder D:\xampp\htdocs

Sekarang kita coba membuat file PHP untuk menampilkan informasi tentang instalasi PHP seperti ini:

File: info.php

1
2
3
<?php 
phpinfo(); 
?>

Simpan file info.php ini di folder D:\XAMPP\htdocs

Kemudian buka browser kembali dan ketik http:\\localhost\info.php di address bar. Kalau instalasi sudah betul, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Catatan:
Semua file PHP disimpan di folder D:\XAMPP\htdocs agar bisa dijalankan di browser. File PHP juga bisa disimpan dalam sub-folder, misalnya ada sebuah file bernama coba.php disimpan pada sub-folder

d:\XAMPP\htdocs\latihan1

Maka cara mengaksesnya di browser adalah dengan mengetik:

http:\\localhost\latihan1\coba.php

pada address bar.

Ok, sekarang di komputer sudah terinstall PHP. Pada artikel tutorial berikutnya kita akan belajar lebih dalam tentang pemrograman PHP.