Tutorial PHP-2: Menginstall PHP

Tutorial PHP

Untuk memulai belajar PHP, maka perlu menginstall PHP di komputer kita sendiri. Dan untuk menginstall PHP, diperlukan juga sebuah web server misalnya Apache dan database MySQL untuk mempraktekan bagaimana pengolahan database menggunakan PHP pada tutorial-tutorial selanjutnya.

Untuk menginstall PHP, bisa menggunakan software installer Apache, PHP & MySQL yang bernama XAMPP.

Pertama-tama, download software XAMPP pada website Apachefriends.

Pilihlah file yang sesuai sistem operasi anda, untuk versinya silahkan pilih versi 7 atau 5.6

Setelah selesai download, jalankan software installer XAMPP dan tentukan folder tujuan, misalnya D:\xampp

Kemudian buka aplikasi XAMPP, dan akan muncul control panel XAMPP. Klik pada tombol Start di sebelah kanan Apache dan klik tombol Start disebelah kanan MySQL. Maka Apache dan MySQL akan running.

Control panel XAMPP PHP Installer

Setelah itu silahkan buka browser dan ketik alamat http://localhost di address bar. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan muncul halaman depan XAMPP seperti di bawah ini:

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Semua file PHP yang akan dijalankan, harus disimpan pada folder D:\xampp\htdocs

Sekarang kita coba membuat file PHP untuk menampilkan informasi tentang instalasi PHP seperti ini:

File: info.php

1
2
3
<?php 
phpinfo(); 
?>

Simpan file info.php ini di folder D:\XAMPP\htdocs

Kemudian buka browser kembali dan ketik http:\\localhost\info.php di address bar. Kalau instalasi sudah betul, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Catatan:
Semua file PHP disimpan di folder D:\XAMPP\htdocs agar bisa dijalankan di browser. File PHP juga bisa disimpan dalam sub-folder, misalnya ada sebuah file bernama coba.php disimpan pada sub-folder

d:\XAMPP\htdocs\latihan1

Maka cara mengaksesnya di browser adalah dengan mengetik:

http:\\localhost\latihan1\coba.php

pada address bar.

Ok, sekarang di komputer sudah terinstall PHP. Pada artikel tutorial berikutnya kita akan belajar lebih dalam tentang pemrograman PHP.

Yang sedang trend:

Rating:

Tutorial PHP-3: Syntax PHP

Tutorial PHP

Syntax atau dalam bahasa Indonesia sintaksis adalah pengaturan kata dengan kata atau kalimat. Dalam pemrograman, syntax dapat diartikan cara penulisan kode yang sesuai dengan aturan bahasa pemrograman itu sendiri. Jadi syntax PHP berarti, aturan penulisan kode program yang sesuai dengan bahasa PHP.

Tidak seperti VB, Delphi, Foxpro, C, dsb. PHP adalah bahasa yang bersifat server-side. Artinya PHP dijalankan di sebuah server web, kemudian mengirimkan hasilnya ke browser pengguna sudah dalam bentuk HTML.

Syntax Dasar PHP

  • PHP dapat ditempatkan di mana saja di dalam sebuah file berakhiran .php
  • Di dalam file .php bisa terdapat kode HTML
  • Kode PHP diawali dengan <?php dan ?>

Di bawah ini sebuah contoh menampilkan tulisan “Hello World” menggunakan fungsi echo:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<h1>Program PHP Saya</h1>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Catatan: Perintah PHP diakhiri dengan tanda titik koma (;).

Komentar dalam PHP

Komentar dalam PHP adalah tulisan yang tidak diproses/dijalankan sebagai bagian dari program. Melainkan bersifat catatan saja.

Kegunaan komentar antara lain:

  1. Supaya orang lain yang membaca mengerti tujuan kode
  2. Mengingatkan kembali cara kerja program yang sudah ditulis tersebut – Biasanya program yang sudah lama ditinggalkan perlu diingat-ingat lagi cara kerjanya.
  3. Memberi keterangan sebuah fungsi atau class
  4. Memberi keterangan tentang siapa pembuat dan riwayat perubahan program

PHP mempunyai beberapa cara dalam menuliskan komentar:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
// Komentar dalam satu baris
 
# Ini juga komentar dalam satu baris 

/*
Ini komentar dalam beberapa baris.
Bisa dituliskan dalam  
baris yang berbeda
*/
 
// Anda juga dapat menulis komentar ditengah kode
$angka = 10 /* + 15 */ + 5;
echo $angka;
?>
</body>
</html>

Huruf Besar dan Kecil dalam PHP

Di dalam PHP, semua perintah (contoh: if, else, while, echo, dsb), class dan fungsi tidak membedakan huruf besar atau kecil.

Contoh di bawah ini diperbolehkan:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
ECHO "Hello World!<br>";
echo "Hello World!<br>";
EcHo "Hello World!<br>";
?>
</body>
</html>

Akan tetapi, semua nama variabel membedakan huruf besar dan kecil.

Di bawah ini adalah contoh bahwa hanya perintah pertama saja yang akan menampilkan nilai variable $warna (karena $warna, $WARNA, dan $warNA dianggap PHP sebagai 3 variable yang berbeda):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<?php
$warna = "Biru";
echo "Warna rumah saya " . $warna. "<br>";
echo "Warna rumah saya " . $WARNA . "<br>";
echo "Warna laptop saya " . $warNA . "<br>";
?>
</body>
</html>

Penjelasan mengenai variabel dapat dibaca pada artikel tutorial PHP berikutnya.

Yang sedang trend:

Rating:

Panduan PHP yang Bisa di Download

Panduan PHP yang bisa di downloadBagi yang baru belajar PHP ataupun yang sudah sering memprogram dengan PHP, kadang tidak ingat sintaks dari fungsi-fungsi PHP. Pada saat lupa, biasanya cari panduan nya dengan membuka Google.

Tetapi kadang-kadang Internet tidak bersahabat alias lelet, atau malah tak ada koneksi Internet sama sekali. Lalu bagaimana cara melihat panduan PHP? Sementara tugas atau proyek harus segera beres.

Don’t worry, PHP sudah menyediakan manual yang bisa di download dalam format file help Windows (.chm). File manual ini sangat mudah dibaca, karena di dalamnya sudah ada fasilitas index dan pencarian. Sehingga sangat mudah mencari referensi yang sedang kita butuhkan.

Untuk mendownload file manual PHP, silahkan klik disini.

 

 

Yang sedang trend:

Rating:

Membaca atau Mengimpor File Excel dengan PHP

Membaca file Excel menggunakan PHP

Kadang-kadang kita perlu membaca data dari sebuah file Excel untuk dimasukan ke dalam tabel pada sebuah database, agar nantinya bisa diolah dan ditampilkan di website atau aplikasi web yang kita buat. Dari pada mengetik ulang satu persatu data yang ada di file Excel ke database, lebih baik file Excel itu di-impor (baca dan proses) menggunakan program PHP.

Di Internet ada banyak library PHP untuk membaca file Excel, anda bisa mencari di Google. Saat ini saya ingin membagikan sebuah library PHP Excel yang sederhana berukuran kecil, yang dapat membaca file Excel cukup akurat.

Library pembaca file Excel menggunakan PHP itu bernama Spreadsheet Reader.
Library Excel ini bisa didownload gratis di halaman Github: https://github.com/nuovo/spreadsheet-reader

Cara menggunakan nya cukup sederhana. Ekstrak file yang sudah di download pada sebuah folder, kemudian buatlah sebuah script PHP untuk membaca file Excel yang ingin di-impor. Berikut ini contoh-nya, silahkan dikembangkan sesuai keperluan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<?php
require('php-excel-reader/excel_reader2.php');
require('SpreadsheetReader.php');
 
$reader = new SpreadsheetReader('file-excel-anda.xlsx');
foreach ($reader as $baris) {
 
   print_r($baris);
 
   // $baris[1] <-artinya kolom A
   // $baris[2] <-artinya kolom B
}
?>

Pada contoh di atas, class SpreadsheetReader akan membaca file Excel dan kemudian menghasilkan array dua dimensi (baris, kolom) yang berisi data dari file Excel yang dibaca tersebut.

Di bawahnya terdapat perulangan foreach, tujuannya untuk membaca setiap baris pada array. Variabel $baris akan menampung data-data kolom pada baris yang sedang dibaca saat ini.

Yang sedang trend:

Rating:

Mengapa File yang Sudah Diupload Tidak Muncul di Website?

File yang di upload tidak muncul di websiteFile HTML atau PHP yang sudah kita upload ke server ternyata tidak muncul di website. Kira-kira apa penyebabnya?

Ini beberapa kemungkinan penyebab file desain atau script PHP yang sudah di upload tidak muncul di website atau tidak mengupdate konten yang sudah ada.

Upload ke Server yang Salah

Mungkin maksud hati mengupload ke server A, akan tetapi yang yang dituju pada FTP atau file manager adalah server B. Kadang-kadang ini terjadi kalau sering bekerja pada beberapa beberapa website alamat server berbeda.

Upload ke Folder yang Salah

Pada umumnya, lokasi file web adalah di /home/user/public_html , kalau uploadnya ke folder yang salah, misalnya ke folder /home/, maka file-file yang kita upload tidak akan muncul web browser.

Ada Kesalahan di Script PHP

Kalau ada kesalahan pada script PHP dan setting error_reporting nya dimatikan, maka halaman website akan menampilkan halaman blank. Untuk mengecek apakah ada error, maka aktifkan sementara error_reporting dengan pernyataan error_reporting(E_ALL); kemudian upload ulang script nya dan cek apakah sudah muncul atau apakah ada error pada scriptnya.

 

Yang sedang trend:

Rating:

Tutorial PHP-4: Variabel PHP

Tutorial PHP

Variabel adalah sebuah lokasi di memori yang berfungsi sebagai “penampung” informasi. Disebut variabel karena isi penampung ini bisa berubah-ubah.

Membuat atau Mendeklarasikan Variabel PHP

Di dalam PHP, sebuah variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel-nya. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
<?php
$teks = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah proram dijalankan, maka variabel $teks akan menampung nilai “Hello world!”, variabel $x menampung angka 5, dan variabel $y menampung angka 10.5.

Apabila ingin menyimpan sebuah teks, maka teks tersebut harus diapit dengan tanda kutip.

Tidak seperti pada bahasa pemrograman yang lain, PHP tidak mempunyai perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Akan tetapi variabel itu dibuat langsung.

Variabel PHP

Variabel bisa memiliki nama yang singkat (seperti: x dan y) atau nama yang lebih bermakna (seperti: umur, total, nama_siswa).

Aturan variabel PHP:

  • Nama variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  • Nama variabel harus diawali huruf atau garis bawah
  • Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  • Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf-angka dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
  • Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (Contoh: $umur dan $UMUR adalah dua variabel yang berbeda)

Harap diingat, nama variabel PHP membedakan huruf besar dan kecil!

Menampilkan Variabel

Perintah PHP echo paling sering digunakan untuk menampilkan variabel.

Di bawah ini adalah contoh bagai mana menampilkan teks dan variable:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love $teks!";
?>

Contoh di bawah ini menampilkan hasil yang sama:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love " . $teks. "!";
?>

Contoh menampilkan hasil penjumlahan dua buah variabel angka:

1
2
3
4
5
<?php
$x = 15;
$y = 6;
echo $x + $y;
?>

Catatan: Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perintah echo dan bagaimana cara menampilkan data pada tutorial berikutnya.

Variabel PHP Bertipe Fleksibel

Pada contoh-contoh diatas, kita tak perlu memberitahukan kepada PHP tipe dari variabel-nya (apakah teks, angka, dsb).

PHP secara otomatis akan mengkonversi sebuah variabel ke tipe yang sesuai dengan nilai dari variabel itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan bahasa yang lain seperti C, C++ dan Java, seorang programmer harus mendeklarasikan nama dan tipe varibel sebelum menggunakannya.

Cakupan Variabel PHP

Di dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja di sepanjang program.

Cakupan variabel adalah bagian dari program yang dapat menggunakan atau membaca variabel tersebut.

PHP memiliki tiga jenis cakupan variabel:

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Sebuah variabel yang dideklarasikan di luar sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN GLOBAL dan hanya bisa dibaca di luar fungsi, contoh seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 5; // cakupan global
 
function test() {
    // menggunakan x di dalam fungsi ini akan menghasilkan error
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
}
 
test();
echo "<p>Variabel x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?>

Sebuah variabel yang dideklarasikan di dalam sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN LOCAL dan hanya dapat dibaca didalam fungsi itu saja. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function test() {
    $x = 5; // cakupan local
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi: $x</p>";
}
 
test();
// menggunakan x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variabel x di luar fungsi: $x</p>";
?>

Anda dapat menggunakan nama variabel local yang sama pada fungsi-fungsi yang berbeda, karena variabel local hanya dikenali di dalam fungsi di mana variabel tersebut dideklarasikan.

Perintah Global di PHP

Perintah global digunakan untuk mengakses variabel global dari dalam sebuah fungsi.

Contoh menggunakan perintah global:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    global $x, $y;
    $y = $x + $y;
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

PHP juga menyimpan semua variabel global di sebuah array bernama $GLOBAL[indeks]. Indeks menyimpan nama variabel. Array ini bisa diakses dari dalam fungsi dan dapat digunakan untuk mengubah nilai variabel global secara langsung.

Contoh program sebelumnya dapat ditulis ulang seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    $GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y'];
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

Perintah Static di PHP

Secara normal ketika sebuah fungsi selesai dijalankan, maka semua variabel di dalamnya akan dihapus dari memori. Akan tetapi, kadang-kadang kita ingin agar variabel tersebut jangan dihapus, karena akan digunakan untuk langkah berikutnya.

Untuk keperluan ini, gunakan perintah static ketika mendeklarasikan variabel ini. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
function test() {
    static $x = 0;
    echo $x;
    $x++;
}
 
test();
test();
test();
?>

Silahkan coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya. Setiap kali fungsi dipanggil, variabel $x akan tetap berisi nilai terakhir.

Catatan: Variabel statis tetap bersifat local pada fungsi dimana variabel itu dideklarasikan.

Yang sedang trend:

Rating:

Tutorial PHP-6: Tipe-tipe Variabel

Tutorial PHP

Sebuah variabel dapat menyimpan data dengan tipe-tipe yang berbeda.

PHP mendukung tipe data sebagai berikut:

  • String
  • Integer
  • Float (juga disebut double)
  • Boolean
  • Array
  • Object
  • NULL
  • Resource

String

String adalah kumpulan dari huruf, misalnya “Hello World”.

Sebuah string dapat berupa teks apapun yang diapit dengan tanda kutip. Anda dapat menggunakan kutip tunggal maupun kutip ganda. Contohnya seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$x = "Hello world!";
$y = 'Hello world!';
 
echo $x;
echo "<br>";
echo $y;
?>

Integer

Integer adalah tipe data yang berupa bilangan bulat antara -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647.

Aturan Integer:

  • Paling sedikit harus ada satu angka
  • Tidak boleh ada tanda desimal
  • Dapat berupa angka positif maupun negatif
  • Integer dapat berupa desimal (bilangan dasar 10), hexadesimal (bilangan dasar 16, diawali dengan 0x) atau oktal (bilangan dasar 8 diawali dengan 0)

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe integer. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 1379;
var_dump($x);
?>

Float

Float adalah tipe data untuk angka pecahan.

Pada contoh di bawah ini, variabel $x bertipe float. Fungsi PHP var_dump() berguna untuk menampilkan tipe data dan nilainya:

1
2
3
4
<?php
$x = 13.793;
var_dump($x);
?>

Boolean

Boolean adalah tipe variabel yang isinya: TRUE atau FALSE.

$x = true;
$y = false;

Tipe boolean biasanya digunakan dalam pengecekan kondisi. Anda akan mempelajari pengecekan kondisi pada tutorial berikutnya.

Array

Array adalah tipe variabel yang menyimpan banyak nilai. Dan setiap lokasi penyimpanan nilai itu diberi indeks. Indeks ini bisa berupa angka atau nama.

Di bawah ini contoh sebuah array bernama $mobil, yang isinya ada 3. Untuk menampilkan isi variabel ini, kita gunakan fungsi var_dump().

1
2
3
4
<?php
$mobil = array("Kuda","Kijang","Panther");
var_dump($cars);
?>

Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang variabel bertipe array pada tutorial berikutnya.

Object

Object adalah tipe variabel yang menyimpan data dan fungsi. Object itu kira-kira seperti sebuah bundel program yang isinya ada variabel, konstanta dan fungsi.

Untuk membuat sebuah variabel object, maka kita harus mendeklarasikan dahulu sebuah class. Class adalah definisi dari object yang berisi definisi properties (data/variabel) dan method (fungsi):

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
<?php
class Mobil {
    public $jenis;
    function __construct() {
        $this->jenis = "Sedan";
    }
}
 
// membuat object
$bmw = new Mobil();
 
// tampilkan property
echo $bmw->jenis;
?>

Mengenai object akan dibahas pada tutorial berikutnya.

NULL

Null adalah tipe data khusus yang hanya memiliki satu nilai, yaitu null.

Variabel bertipe null adalah variabel yang tidak ada nilai yang diberikan kepadanya.

Catatan: Kalau sebuah variabel dibuat tanpa diberi nilai, maka otomatis diberi nilai null oleh PHP.

Sebuah variabel dapat dikosongkan dengan cara memberikan nilai null, seperti contoh ini:

1
2
3
4
5
<?php
$str = "Belajar PHP";
$str = null;
var_dump($str);
?>

Resource

Resource tidak benar-benar merupakan data. Melainkan menyimpan referensi ke sebuah fungsi atau handle. Contoh variabel bertipe resource yang paling umum adalah koneksi database, file pointer, dsb.

Yang sedang trend:

Rating:

Uniserver: Software Apache, MySQL dan PHP yang Dapat Berganti-ganti Versi

Uniserver PHP, MySQL, Apache Installer

Pada artikel sebelumnya, disebutkan bahwa untuk menginstall PHP bisa menggunakan software installer XAMPP. Kali kini kita akan membahas software lain, yang memungkinkan berganti-ganti versi PHP dengan mudah.

Sejauh yang penulis tahu, kekurangan XAMPP adalah hanya dapat menginstall satu versi PHP saja, tidak dapat berganti-ganti. Padahal Kadang-kadang perlu berganti versi PHP untuk mencoba apakah script kita bisa berjalan di versi tertentu atau tidak. Misalnya ada script yang ditulis di versi PHP-5, kemudian ingin di test di PHP-7.

Salah satu software AMP (Apache, MySQL, PHP) yang bisa berganti-ganti versi PHP adalah Uniserver. Silahkan download gratis disini.

Setelah selesai download, buka filenya. Nanti akan ditanyakan kemana akan meng-ekstrak Uniserver. Misalnya ke drive C: seperti contoh ini.

Install Uniserver

Setelah proses ekstrak selesai, akan terbentuk folder C:\UniServerZ yang berisi file-file dan folder-folder Uniserver.

Uniserver PHP Installer

Untuk menjalankan Uniserver ini, pertama-tama klik pada file UniController.exe, maka akan muncul jendela Uniserver dimana kita bisa menentukan setting dan menjalankan server Apache & MySQL.

Install PHP, MySQL, Apache

Bila ingin memilih versi PHP mana yang akan dipakai, maka pilihlah menu PHP > Select PHP Version. Setelah itu barulah klik tombol Start Apache.

Berganti-ganti versi PHP dengan Uniserver

Bila ingin mengganti versi lain, Stop Apache terlebih dahulu. Kemudian pilih versi PHP dan Start Apache lagi.

Keunggulan dari software Uniserver selain bisa berganti versi PHP adalah:

  • Ukuran file software kecil
  • Bisa menambah versi PHP yang lain
  • Bisa menambah Perl, Filezilla server, dll.
  • Bisa disimpan dalam flashdisk tanpa perlu menginstall
  • Mengubah konfigurasi dengan mudah
  • Backup/Restore database MySQL ke alamat FTP
  • SMTP utility untuk mengirim email via PHP dari localhost
  • Mendukung SSL

Demikian pembahasan mengenai software Uniserver untuk menjalankan Apache, MySQL dan PHP yang bisa berganti-ganti versi. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Yang sedang trend:

Rating:

Cara Menginstall PHP di Komputer Sendiri

Untuk belajar pemrograman PHP, kita harus menginstall software PHP di komputer sendiri. Akan tetapi sebagai sebuah interpreter PHP tidak berdiri sendiri, perlu web server misalnya Apache dan database server misalnya MySQL (karena sebagian besar aplikasi PHP menggunakan database).

Untuk pemula yang baru mulai belajar PHP, tidak usah merasa pusing tentang cara menginstall PHP. Karena sudah ada software installer mudah yang akan menginstall Apache, PHP dan MySQL sekaligus dan langsung terkonfigurasi otomatis.

Salah satu software installer PHP yang direkomendasikan adalah XAMPP. Sebuah software installer PHP yang bisa di download gratis di website: Software installer PHP

Setelah di download, silahkan jalankan softwarenya, nanti akan ditanyakan lokasi installnya. Default nya adalah: c:\xampp

Setelah beres terinstall, jalankan XAMPP, nanti akan muncul control panel XAMPP. Pada bagian Apache dan MySQL, klik tombol Start untuk menghidupkan Apache dan MySQL sehingga akan muncul status Running berwarna hijau.

Control panel XAMPP PHP Installer

Untuk memastikan bahwa Apache dan PHP sudah benar-benar aktif, coba buka browser dan ketik alamat http://localhost. Kalau instalasi sudah berhasil, maka akan tampil halaman seperti ini di browser.

Halaman depan XAMPP PHP Installer

Selanjutnya kita akan cek apakah script PHP sudah bisa dijalankan atau tidak. Bukalah Notepad, kemudian ketik program kecil sbb:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan file dengan nama info.php di folder c:\xampp\htdocs (kalau anda install di drive d:, maka simpan di d:\xampp\htdocs ,dst.).

Sekarang buka kembali browser dan ketik alamat http://localhost/info.php

Kalau PHP sudah aktif, maka akan muncul halaman seperti ini:

PHPInfo XAMPP PHP Installer

Nah, sekarang sudah bisa mulai belajar atau praktek pemrograman PHP di komputer sendiri. Semua file .php yang ingin dijalankan harus disimpan di folder x:\xampp\htdocs (ganti x dengan drive instalasi yang sesuai). File .php juga bisa disimpan dalam folder-folder yang berbeda. Misalnya kalau disimpan di x:\xampp\htdocs\contoh\file.php, maka di browser dibuka dengan alamat http://localhost/contoh/file.php dan seterusnya.

Selamat mencoba, kalau ada detil yang kurang jelas silahkan ditanyakan di komentar.

Yang sedang trend:

Rating:

Tutorial PHP-5: Perintah print dan echo

Tutorial PHP

Dalam PHP, ada dua cara untuk menampilkan data, yaitu dengan echo and print.

Pada tutorial di blog ini kita menggunakan echo (dan print) hampir dalam setiap contoh program. Jadi pada artikel ini akan dibahas mengenai kedua perintah ini.

echo dan print pada dasarnya sama. Kedua-duanya digunakan untuk menampilkan data.

Perbedaannya: echo tidak memiliki nilai return, sedangkan print mempunyai nilai return 1 sehingga dapat digunakan dalam ekspresi. echo dapat menerima banyak parameter, sedangkan print hanya menerima satu parameter. Perintah echo lebih cepat sedikit dari perintah print.

Perintah echo

Perintah echo dapat digunakan dengan atau tanpa tanda kurung: echo atau echo().

Menampilkan Teks dengan echo

Berikut ini contoh bagaimana menampilkan teks dengan perintah echo (catatan: teks dapat berisi kode HTML):

1
2
3
4
5
6
<?php
echo "<h2>PHP memang asyikkk!</h2>";
echo "Hello world!<br>";
echo "Saya lagi belajar PHP!<br>";
echo "Tulisan ", "ini ", "dibuat ", "dengan ", "banyak parameter.";
?>

Menampikan Variabel dengan echo

Di bawah ini contoh bagaimana menampilkan teks dan variabel dengan perintah echo:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
$teks1 = "Tutorial PHP";
$teks2 = "http://blog.apenta.com";
$x = 50;
$y = 42;
 
echo "<h2>$teks1</h2>";
echo "Belajar PHP di $teks2<br>";
echo $x + $y;
?>

Perintah print

Perintah print dapat digunakan dengan atau tanpa tanda kurung: print atau print().

Menampilkan Teks dengan print

Di bawah ini contoh bagaimana menampilkan teks dengan perintah print (catatan: teks dapat berisi kode HTML):

1
2
3
4
5
<?php
print "<h2>PHP memang asyikkk!</h2>";
print "Hello world!<br>";
print "Saya lagi belajar PHP!<br>";
?>

Menampilkan Variabel dengan print

Di bawah ini contoh bagaiman menampilkan teks dan variabel dengan perintah print:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
$teks1 = "Tutorial PHP";
$teks2 = "http://blog.apenta.com";
$x = 500;
$y = 12;
 
print "<h2>$teks1</h2>";
print "Belajar PHP di $teks2<br>";
print $x + $y;
?>

Yang sedang trend:

Rating: