Tutorial PHP-4: Variabel PHP

Tutorial PHP

Variabel adalah sebuah lokasi di memori yang berfungsi sebagai “penampung” informasi. Disebut variabel karena isi penampung ini bisa berubah-ubah.

Membuat atau Mendeklarasikan Variabel PHP

Di dalam PHP, sebuah variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel-nya. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
<?php
$teks = "Hello world!";
$x = 5;
$y = 10.5;
?>

Setelah proram dijalankan, maka variabel $teks akan menampung nilai “Hello world!”, variabel $x menampung angka 5, dan variabel $y menampung angka 10.5.

Apabila ingin menyimpan sebuah teks, maka teks tersebut harus diapit dengan tanda kutip.

Tidak seperti pada bahasa pemrograman yang lain, PHP tidak mempunyai perintah khusus untuk mendeklarasikan variabel. Akan tetapi variabel itu dibuat langsung.

Variabel PHP

Variabel bisa memiliki nama yang singkat (seperti: x dan y) atau nama yang lebih bermakna (seperti: umur, total, nama_siswa).

Aturan variabel PHP:

  • Nama variabel diawali dengan tanda $, diikuti dengan nama variabel
  • Nama variabel harus diawali huruf atau garis bawah
  • Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka
  • Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf-angka dan garis bawah (A-z, 0-9, dan _ )
  • Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (Contoh: $umur dan $UMUR adalah dua variabel yang berbeda)

Harap diingat, nama variabel PHP membedakan huruf besar dan kecil!

Menampilkan Variabel

Perintah PHP echo paling sering digunakan untuk menampilkan variabel.

Di bawah ini adalah contoh bagai mana menampilkan teks dan variable:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love $teks!";
?>

Contoh di bawah ini menampilkan hasil yang sama:

1
2
3
4
<?php
$teks = "Indonesia";
echo "I love " . $teks. "!";
?>

Contoh menampilkan hasil penjumlahan dua buah variabel angka:

1
2
3
4
5
<?php
$x = 15;
$y = 6;
echo $x + $y;
?>

Catatan: Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang perintah echo dan bagaimana cara menampilkan data pada tutorial berikutnya.

Variabel PHP Bertipe Fleksibel

Pada contoh-contoh diatas, kita tak perlu memberitahukan kepada PHP tipe dari variabel-nya (apakah teks, angka, dsb).

PHP secara otomatis akan mengkonversi sebuah variabel ke tipe yang sesuai dengan nilai dari variabel itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan bahasa yang lain seperti C, C++ dan Java, seorang programmer harus mendeklarasikan nama dan tipe varibel sebelum menggunakannya.

Cakupan Variabel PHP

Di dalam PHP, variabel dapat dideklarasikan di mana saja di sepanjang program.

Cakupan variabel adalah bagian dari program yang dapat menggunakan atau membaca variabel tersebut.

PHP memiliki tiga jenis cakupan variabel:

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Sebuah variabel yang dideklarasikan di luar sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN GLOBAL dan hanya bisa dibaca di luar fungsi, contoh seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 5; // cakupan global
 
function test() {
    // menggunakan x di dalam fungsi ini akan menghasilkan error
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
}
 
test();
echo "<p>Variabel x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?>

Sebuah variabel yang dideklarasikan di dalam sebuah fungsi, akan memiliki CAKUPAN LOCAL dan hanya dapat dibaca didalam fungsi itu saja. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function test() {
    $x = 5; // cakupan local
    echo "<p>Variabel x di dalam fungsi: $x</p>";
}
 
test();
// menggunakan x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variabel x di luar fungsi: $x</p>";
?>

Anda dapat menggunakan nama variabel local yang sama pada fungsi-fungsi yang berbeda, karena variabel local hanya dikenali di dalam fungsi di mana variabel tersebut dideklarasikan.

Perintah Global di PHP

Perintah global digunakan untuk mengakses variabel global dari dalam sebuah fungsi.

Contoh menggunakan perintah global:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    global $x, $y;
    $y = $x + $y;
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

PHP juga menyimpan semua variabel global di sebuah array bernama $GLOBAL[indeks]. Indeks menyimpan nama variabel. Array ini bisa diakses dari dalam fungsi dan dapat digunakan untuk mengubah nilai variabel global secara langsung.

Contoh program sebelumnya dapat ditulis ulang seperti ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 100;
$y = 20;
 
function test() {
    $GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y'];
}
 
test();
echo $y; // menampilkan 120
?>

Perintah Static di PHP

Secara normal ketika sebuah fungsi selesai dijalankan, maka semua variabel di dalamnya akan dihapus dari memori. Akan tetapi, kadang-kadang kita ingin agar variabel tersebut jangan dihapus, karena akan digunakan untuk langkah berikutnya.

Untuk keperluan ini, gunakan perintah static ketika mendeklarasikan variabel ini. Contohnya sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
function test() {
    static $x = 0;
    echo $x;
    $x++;
}
 
test();
test();
test();
?>

Silahkan coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya. Setiap kali fungsi dipanggil, variabel $x akan tetap berisi nilai terakhir.

Catatan: Variabel statis tetap bersifat local pada fungsi dimana variabel itu dideklarasikan.

Yang sedang trend:

Rating: